MAKASSAR — Praktik penipuan digital yang mengatasnamakan pihak perbankan kembali marak dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Modus ini memanfaatkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dengan sasaran lintas usia, termasuk kalangan remaja yang dinilai masih minim pengalaman dalam menghadapi kejahatan siber.
Salah satu kasus dialami seorang remaja bernama Fajar Ahmad Wahyuddin. Ia dilaporkan menjadi korban penipuan setelah menerima pesan WhatsApp dari pelaku yang mengaku sebagai petugas bank.
Akibat kejadian tersebut, saldo rekening milik korban dilaporkan terkuras hingga habis.
Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku menggunakan nama samaran “Hamba Allah” dan berkomunikasi melalui nomor 0831-6191-6835.
Dalam aksinya, pelaku menyampaikan informasi palsu terkait keamanan rekening, lalu mengarahkan korban untuk mengikuti sejumlah instruksi tertentu.
Tanpa menyadari bahwa dirinya sedang diperdaya, korban mengikuti arahan tersebut hingga data perbankannya disalahgunakan. Tidak berselang lama, saldo rekening korban raib.
“Kami berharap kejadian ini bisa menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, agar lebih waspada. Jangan mudah percaya pada pesan yang mengatasnamakan bank,” ujar pihak keluarga korban, Senin (22/12).
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang terus berkembang.
Pihak perbankan secara tegas menyatakan tidak pernah meminta data pribadi nasabah, termasuk PIN, OTP, kata sandi, maupun kode rahasia lainnya melalui WhatsApp, SMS, atau sambungan telepon.
Masyarakat diimbau untuk tidak menanggapi pesan atau panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan institusi keuangan.
Jika menerima indikasi penipuan, nasabah diminta segera menghubungi layanan resmi bank terkait dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
Maraknya kasus penipuan online ini menjadi pengingat bahwa kejahatan digital dapat menyasar siapa saja tanpa memandang usia.
Peningkatan literasi digital, kehati-hatian dalam berkomunikasi, serta kesadaran untuk melindungi data pribadi menjadi langkah penting guna mencegah kerugian serupa di masa mendatang. (*)













