Berita

KITLT Mulai Bergerak, Survei Awal Kawasan Industri di Luwu Timur Resmi Dimulai

Tim Redaksi
×

KITLT Mulai Bergerak, Survei Awal Kawasan Industri di Luwu Timur Resmi Dimulai

Sebarkan artikel ini
KITLT Mulai Bergerak, Survei Awal Kawasan Industri di Luwu Timur Resmi Dimulai
Sejumlah pejabat internal KITLT yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Muh. Hatta selaku konsultan investor, Agus Nasrul (Direktur Operasional), Sayyid Fadhil (Head Engineering), Andi Nasrul (Deputi External), serta Ikhsan Syam dari unsur komisaris.

LUWU TIMUR — Proyek PT Kawasan Industri Terpadu Luwu Timur (KITLT) mulai memasuki tahap awal operasional dengan ditandai turunnya tim teknis dan legal ke lapangan untuk melakukan survei lokasi, Senin (27/4/2026).

Langkah ini menjadi fase krusial dalam memastikan kesiapan pembangunan kawasan industri yang direncanakan akan dikembangkan secara bertahap di wilayah Luwu Timur.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sejumlah pejabat internal KITLT yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Muh. Hatta selaku konsultan investor, Agus Nasrul (Direktur Operasional), Sayyid Fadhil (Head Engineering), Andi Nasrul (Deputi External), serta Ikhsan Syam dari unsur komisaris.

Head Engineering KITLT, Sayyid Fadhil, menjelaskan bahwa survei pendahuluan dilakukan untuk memperoleh data teknis terkait kondisi lahan, termasuk karakteristik tanah yang akan menjadi dasar penentuan desain kawasan industri.

Menurutnya, meskipun rancangan awal atau site plan telah disusun, kajian teknis tetap diperlukan untuk memastikan kelayakan lokasi secara menyeluruh.

“Untuk tahap awal, kebutuhan lahan diperkirakan sekitar 500 hektare, dengan potensi pengembangan hingga lebih dari 1.000 hektare ke depan. Kami akan melakukan pengeboran untuk mengetahui kekuatan dan struktur tanah sebelum pembangunan dimulai,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil kajian tersebut sangat mungkin memengaruhi desain awal kawasan, termasuk kemungkinan penyesuaian site plan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Lebih jauh, Sayyid menekankan bahwa pembangunan kawasan industri tidak hanya berfokus pada fasilitas produksi, tetapi juga mencakup penataan ruang yang komprehensif.

Hal ini meliputi penyediaan ruang terbuka hijau, fasilitas umum, kawasan hunian, hingga sistem pengelolaan lingkungan dan program pemberdayaan masyarakat.

“Semua aspek itu harus dirancang secara detail dalam kajian teknis agar kawasan ini benar-benar terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.

Senada dengan itu, konsultan investor KITLT, Muh Hatta, menegaskan pentingnya keseimbangan pembangunan antara kawasan industri dan wilayah di sekitarnya.

Ia menyebut, pihaknya tidak ingin menciptakan kesenjangan antara kawasan inti industri dengan lingkungan di luar kawasan.

“Konsepnya bukan hanya membangun industri, tetapi juga memastikan kawasan pendukung berkembang seimbang. Jangan sampai kawasan industrinya maju, sementara wilayah di sekitarnya tertinggal,” ujarnya.

Muh. Hatta juga memastikan bahwa tahapan penyusunan kajian teknis telah dirancang secara sistematis untuk meminimalkan deviasi dari rencana awal. Ia menyebut, kesiapan investor menjadi salah satu faktor pendorong percepatan proyek ini.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pengembangan KITLT merupakan inisiatif yang turut melibatkan putra daerah Luwu Timur, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis investasi.

“Ini menjadi bukti bahwa sumber daya lokal juga mampu mengambil peran dalam pengembangan industri berskala besar,” katanya.

Dalam tahap awal ini, tim KITLT juga melakukan peninjauan terhadap rencana pembangunan fasilitas pendukung, termasuk lokasi jetty yang direncanakan berada di sekitar area operasional perusahaan tambang yang telah lebih dulu beroperasi di wilayah tersebut.

Pihak KITLT memastikan bahwa rencana pengembangan kawasan industri ini tidak akan bersinggungan dengan aktivitas perusahaan lain, sekaligus tetap memperhatikan aspek tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan dimulainya survei lapangan ini, proyek KITLT menandai langkah awal menuju realisasi kawasan industri terintegrasi di Luwu Timur yang diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi baru di kawasan tersebut. (*)