LUWU TIMUR – Kepedulian terhadap korban kebakaran di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, terus mengalir. Sejumlah bantuan kemanusiaan mulai berdatangan ke posko yang didirikan untuk membantu warga terdampak bencana.
Salah satunya datang dari manajemen PT Kawasan Industri Terpadu Luwu Timur (KITLT). Perusahaan tersebut mengirimkan tiga unit mobil yang membawa berbagai kebutuhan sandang dan pangan untuk para korban.
Bantuan diberangkatkan dari kantor PT KITLT di Malili menuju Sorowako dan selanjutnya diserahkan ke posko bencana yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Manajer Operasional PT KITLT, Ancong Taruna Negara, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.
“Alhamdulillah, dalam waktu singkat manajemen perusahaan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sumbangan. Bantuan berupa makanan, minuman dan pakaian untuk korban berhasil terkumpul. Setelah kita kemas, langsung kita antar ke posko bencana,” kata Ancong, Kamis (28/8/2025).
Menurut dia, manajemen PT KITLT turut prihatin atas kebakaran yang menghanguskan 48 rumah warga di Desa Sorowako.
Besarnya dampak kebakaran tersebut membuat perusahaan terdorong untuk segera ikut mengambil bagian dalam upaya membantu warga yang terdampak.
“Kami sangat prihatin dengan musibah ini. Kami merasa tersentuh dengan kondisi para korban sehingga ingin memberikan bantuan,” ujarnya.
Ancong menyadari bantuan yang disalurkan perusahaan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Namun, ia berharap bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan kebutuhan korban dalam masa tanggap darurat.
“Kami sadar bahwa bantuan kemanusiaan ini belum bisa memenuhi semua kebutuhan para korban bencana kebakaran. Namun, setidaknya ini bisa meringankan beban para korban untuk sementara waktu,” katanya.
Ia juga berharap proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga warga terdampak bisa kembali menjalani aktivitas secara normal.
“Semoga pemerintah daerah mempercepat proses pemulihan pascabencana sehingga para korban bisa beraktivitas secara normal kembali,” pungkasnya. (*)

















