MAKASSAR — Upaya memperkuat konektivitas wilayah di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi meluncurkan penerbangan perdana rute Masamba–Makassar pulang-pergi (PP), Senin (27/4/2026).
Peluncuran ini ditandai dengan penerbangan awal menggunakan pesawat ATR 72-500 milik maskapai Fly Jaya, yang lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Bandara Andi Jemma di Kabupaten Luwu Utara.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan serta kepala daerah turut ambil bagian dalam penerbangan perdana tersebut.
Dalam keterangannya, Andi Sudirman menyebut pembukaan rute ini sebagai langkah strategis untuk memangkas waktu tempuh sekaligus membuka akses ekonomi bagi wilayah utara Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, hari ini kita resmikan penerbangan perdana Masamba–Makassar PP. Harapannya ke depan bisa beroperasi secara reguler,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran layanan penerbangan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini masih didominasi jalur darat dengan waktu tempuh relatif panjang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lanjut dia, turut memberikan dukungan melalui skema subsidi pada tahap awal operasional, guna memastikan layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Selain mempercepat mobilitas, rute ini juga diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Luwu Utara dan kawasan sekitarnya, dengan membuka peluang investasi serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
Andi Sudirman pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi udara tersebut agar keberlanjutan rute ini dapat terjaga.
“Saya mengajak masyarakat Luwu Utara dan sekitarnya untuk memanfaatkan penerbangan ini. Kita harapkan tingkat keterisian penumpang tinggi agar layanan ini bisa terus berjalan,” katanya.
Dengan dibukanya rute Masamba–Makassar, konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan diharapkan semakin terintegrasi, sekaligus memperkuat peran transportasi udara sebagai penopang utama mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

























