JAKARTA – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima penghargaan dalam ajang WHO-Listed Authority (WLA) Extravaganza, yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan bertema “The Power of Influence” ini berlangsung di Gedung Bhineka Tunggal Ika (BTI) BPOM RI, Jakarta Pusat, dan menjadi momentum bersejarah atas keberhasilan Indonesia meraih pengakuan dunia sebagai WHO-Listed Authority (WLA) pada Desember 2025.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dukungan nyata Aliyah Mustika Ilham dalam penguatan sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
Kontribusi tersebut tidak terlepas dari rekam jejaknya selama menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi IX periode 2014–2024, yang membidangi sektor kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan. Selama dua periode, Aliyah dikenal aktif bermitra dengan BPOM dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Selain itu, ia juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di berbagai daerah terkait peran dan fungsi BPOM, khususnya dalam menjamin keamanan obat dan makanan.
Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
“Pengakuan WHO-Listed Authority merupakan kebanggaan nasional. Indonesia menjadi negara pertama berpendapatan menengah yang berhasil mencapai maturitas level 4 dan terdaftar sebagai WLA, sejajar dengan negara-negara maju,” ujarnya.
Menurut Taruna, capaian tersebut menunjukkan bahwa sistem regulasi obat dan makanan di Indonesia telah memenuhi standar global, mencakup sembilan kriteria utama, mulai dari sistem regulasi, pengawasan uji klinik, sertifikasi, hingga vigilance.
“Ini membuktikan bahwa regulasi Indonesia telah diakui dunia dan menjadikan Indonesian FDA sebagai rujukan global,” tambahnya.
Sementara itu, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa bangga atas capaian BPOM RI yang dinilainya sebagai tonggak penting dalam penguatan kedaulatan bangsa di bidang kesehatan.
“Pengakuan WHO ini bukan hanya prestasi BPOM, tetapi juga kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjamin keamanan obat dan makanan bagi masyarakat,” ujar Aliyah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendukung kebijakan dan program pengawasan obat dan makanan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Turut mendampingi Aliyah dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. A. Mariani.
Kegiatan WLA Extravaganza digelar sebagai bentuk apresiasi BPOM RI kepada seluruh pemangku kepentingan yang secara konsisten mendukung keberhasilan Indonesia meraih pengakuan sebagai WHO-Listed Authority. (*)

























