Makassar

Pendidikan Multibahasa Dimulai dari Sekolah, Kamus Digital Bahasa Makassar Diluncurkan

Tim Redaksi
×

Pendidikan Multibahasa Dimulai dari Sekolah, Kamus Digital Bahasa Makassar Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar Resmikan Program Kamus Masuk Sekolah Versi Digital Bahasa Makassar
Wali Kota Makassar Resmikan Program Kamus Masuk Sekolah Versi Digital Bahasa Makassar

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar di Museum Kota Makassar, Jalan Balai Kota, Selasa (24/02/2026).

Peluncuran bertema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa” ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Makassar, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, dan BasaIbuWiki/Sulsel.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Ganjar Harimansyah, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Toha Machsum.

BACA JUGA:  Munafri Minta HUT Makassar ke-419 Libatkan Warga, Bukan Sekadar Hura-hura

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Hafidz dan Munafri sebagai bentuk komitmen bersama penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah.

Munafri mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret menjaga eksistensi Bahasa Makassar di tengah arus digitalisasi. Ia menilai, pelestarian bahasa daerah tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman, melainkan harus beradaptasi melalui inovasi teknologi.

“Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing. Ini yang kadang terbalik. Anak-anak sekarang justru dipaksa bahasa asing sejak dini, sementara bahasa ibunya perlahan ditinggalkan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Danny Pomanto: Perkuat Konektivitas, Bukan Sekadar Kerja Sama!

Ia menyoroti fenomena generasi muda yang mulai jarang menggunakan Bahasa Makassar dalam percakapan sehari-hari. Kondisi itu, menurutnya, berpotensi mengikis identitas kultural masyarakat.

“Hampir kita kehilangan identitas diri karena banyak yang malu memakai bahasa Makassar. Padahal ini adalah jati diri kita,” tegasnya.

Kehadiran kamus digital, lanjut Munafri, menjadi solusi adaptif untuk memudahkan pelajar mengakses kosakata dan makna Bahasa Makassar secara praktis. Platform digital diharapkan mampu menjembatani kebutuhan generasi muda yang lekat dengan teknologi.

Ia juga mendorong agar pembelajaran bahasa daerah tetap diperkuat di sekolah, baik negeri maupun swasta. Sejumlah istilah khas seperti kelo, pappasang, sinrilik, dan royo disebutnya menyimpan nilai filosofis yang tidak dapat dipahami tanpa penguasaan bahasa.

BACA JUGA:  Makassar Masuk 10 Kota Hub GSIH 2026, Munafri Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital

Munafri menegaskan, program tersebut tidak boleh berhenti pada tataran seremonial. Ia meminta Dinas Pendidikan memastikan implementasi kamus digital berjalan efektif dan dimanfaatkan secara maksimal di satuan pendidikan.

“Kamus ini harus diaplikasikan dengan baik. Dipakai di sekolah-sekolah dan dipelajari oleh anak-anak kita. Dengan begitu, kita bisa menjaga dan mempertahankan bahasa daerah sebagai warisan budaya,” pungkasnya. (*)