Makassar

Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, Munafri: Makassar Rumah Harmoni dan Toleransi

Tim Redaksi
×

Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, Munafri: Makassar Rumah Harmoni dan Toleransi

Sebarkan artikel ini
Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026
Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026

MAKASSAR — Perempatan Jalan Sulawesi dan Jalan Timor dipenuhi cahaya lampion dan antusiasme warga, Sabtu (28/2/2026) sore.

Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 tak sekadar menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga menjadi panggung peneguhan nilai toleransi di Kota Makassar.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir dalam perhelatan tersebut, menegaskan bahwa keberagaman adalah fondasi utama kehidupan masyarakat kota ini.

Menurutnya, Festival Jappa Jokka Cap Go Meh telah berkembang menjadi simbol kuat persatuan lintas etnis dan agama.

“Ini bukan hanya perayaan budaya. Ini adalah ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan dan memperkuat rasa saling menghormati,” ujar Munafri di hadapan ribuan pengunjung.

BACA JUGA:  Jelang Idulfitri 1447 H, Harga Bahan Pokok di Makassar Relatif Stabil, Ini Hasil Pantauan Mendag

Tahun ini, festival terasa lebih bermakna karena berlangsung beriringan dengan momentum Ramadan. Perpaduan tersebut diangkat melalui tema “Harmony in Light”, yang menggambarkan harmoni antara cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadan.

Bagi Munafri, simbol tersebut menegaskan bahwa perbedaan bukan sekat, melainkan kekuatan yang mempersatukan. Cahaya dari dua tradisi besar itu menjadi representasi kehidupan masyarakat Makassar yang tumbuh dalam semangat toleransi.

Sejak lama, kata dia, Makassar dikenal sebagai kota pelabuhan yang terbuka. Interaksi lintas budaya telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas kota ini. Nilai saling menghargai dan menjaga kebersamaan menjadi warisan yang terus dipelihara.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Dorong Peningkatan Kompetensi Awak Kapal Tradisional Lewat Diklat Keselamatan Laut

“Nilai-nilai ini harus terus kita rawat agar Makassar tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” tegasnya.

Selain aspek sosial dan budaya, Festival Jappa Jokka Cap Go Meh juga memberi dampak ekonomi yang signifikan. Pemerintah Kota Makassar mencatat partisipasi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas kreatif dalam kegiatan ini semakin meningkat setiap tahun.

Munafri menyampaikan apresiasi kepada Permabudhi, panitia, relawan, serta seluruh masyarakat yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan kota ini terletak pada gotong royong.

Festival ini, lanjutnya, juga menjadi bagian dari strategi memperkuat citra Makassar sebagai destinasi wisata budaya yang inklusif dan kaya tradisi.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Suarakan Aspirasi Daerah di Munas APEKSI 2025

Pemerintah berharap agenda ini dapat terus berkembang menjadi kalender tahunan berskala lebih besar, bahkan menarik wisatawan mancanegara.

“Momentum seperti ini mengingatkan kita bahwa keberagaman adalah anugerah. Dengan persaudaraan dan gotong royong, kita bisa menjaga kedamaian sekaligus membangun kota yang maju dan harmonis,” tutup Munafri.

Di tengah kilau lampion dan suasana Ramadan, pesan yang mengemuka sederhana namun kuat: Makassar berdiri di atas kebersamaan. (*)