LONDON – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima penghargaan sipil Freedom of the City of London dalam upacara di Guildhall, London, Inggris, Jumat (16/10/2026).
Anies berharap penghargaan yang memiliki sejarah hampir 800 tahun itu dapat membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Inggris, terutama melalui hubungan antarkota.
Dalam upacara tersebut, Anies hadir didampingi istrinya, Fery Farhati. Prosesi dipimpin Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor of London periode 2021–2022, yang bertindak sebagai Representative Lord Mayor.
Seusai upacara, Anies disambut sebagai “Citizen of London”, mengikuti tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-13.
Anies menerima penghargaan setelah dinominasikan Alderman Alastair King saat masih menjabat Lord Mayor of London bersama Alderman Gregory Jones KC.
Nominasi tersebut disetujui Court of Common Council, badan tertinggi City of London Corporation, pada Juni 2025. Dalam daftar persetujuan yang sama terdapat nama aktris peraih Oscar Cate Blanchett dan kapten tim rugbi Inggris Maro Itoje.
Tradisi Sipil Sejak 1237
Freedom of the City of London merupakan tradisi sipil yang tercatat sejak 1237. Pada awalnya, status tersebut berkaitan dengan hak warga merdeka untuk berdagang di Kota London. Seiring perkembangan zaman, penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai berkontribusi terhadap kehidupan publik.
Sejumlah tokoh yang pernah menerimanya antara lain Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, Sir Tim Berners-Lee, J.K. Rowling, Harry Kane, dan Ed Sheeran. Komposer Inggris Andrew Lloyd Webber juga tercatat menerima penghargaan tersebut pada pekan sebelum upacara Anies.
Hubungan Anies dengan sejumlah pejabat London telah terjalin sebelum penganugerahan ini. Pada Mei 2022, Vincent Keaveny menerima Anies di Mansion House, kediaman resmi Lord Mayor. Sebulan kemudian, Anies membalas kunjungan tersebut dengan menjamu Keaveny di Balai Kota Jakarta.
Dalam sambutannya di Guildhall, Anies sempat berseloroh bahwa London kini unggul satu kunjungan dan ia berniat membalasnya. Sementara itu, Gregory Jones, salah satu pengusul penghargaan, juga pernah menjadi bagian dari delegasi Lord Mayor yang berkunjung ke Jakarta pada Oktober 2025.
“Republik Adalah Sebuah Janji”
Dalam pidato singkat berbahasa Inggris seusai upacara, Anies mengaitkan penghargaan tersebut dengan gagasan mengenai tanggung jawab negara terhadap warganya.
“Di negara saya, sepanjang hidup saya berpendapat bahwa republik bukanlah sebuah harapan. Republik adalah sebuah janji,” ujar Anies dalam pidatonya.
Ia menjelaskan bahwa para pendiri bangsa tidak sekadar menyampaikan harapan, tetapi berkomitmen untuk melindungi setiap warga negara, mencerdaskan anak-anak, dan menghadirkan kesejahteraan bagi semua.
“Janji adalah utang,” katanya.
Anies juga menyoroti kemajemukan London dan Indonesia. Menurutnya, kedua wilayah memiliki keberagaman bahasa dan budaya yang perlu dirawat melalui upaya nyata untuk membangun persatuan.
“Lebih dari tiga ratus bahasa dituturkan di London. Tujuh ratus bahasa dituturkan di Indonesia, dan sebagian besar bertemu di Jakarta. Kita sama-sama tahu bahwa kebinekaan adalah karunia Tuhan, dan persatuan adalah hasil kerja tangan manusia,” tuturnya.
Ingin Perluas Pertukaran Antarkota
Anies menegaskan bahwa ia ingin memanfaatkan penghargaan tersebut sebagai sarana untuk memperluas kesempatan bagi masyarakat Indonesia, bukan sekadar simbol pencapaian pribadi.
“Saya ingin memperlakukan Freedom ini sebagai pintu, bukan piala. Negara bernegosiasi, kota saling belajar,” ujarnya.
Melalui peluang tersebut, Anies berharap lebih banyak wali kota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia dapat belajar di London. Sebaliknya, ia juga ingin membuka ruang bagi London untuk mempelajari pengalaman pembangunan kota-kota di Indonesia.
Menurut Anies, hubungan persahabatan Inggris dan Indonesia telah terjalin lama, sedangkan kerja sama antarkota masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Ia menutup pidatonya dengan menyebut kata “merdeka”, yang menurutnya memiliki makna historis kuat bagi bangsa Indonesia.
“Hari ini City of London memberikan kepada seorang Indonesia satu kata yang paling dicintai bangsanya. Saya akan berusaha pantas menerimanya. Merdeka,” katanya.
Rekam Jejak Kerja Sama Perkotaan
Hubungan Anies dengan London juga berkaitan dengan pengalamannya saat memimpin Jakarta pada 2017–2022. Ketika itu, ia terlibat dalam jaringan C40 Cities, yaitu jejaring kota-kota besar dunia yang berfokus pada aksi iklim, dan pernah menjabat sebagai wakil ketua.
Jakarta juga meraih Sustainable Transport Award pada 2021. Penghargaan tersebut diberikan atas upaya pengembangan transportasi berkelanjutan, termasuk pembenahan sistem transportasi publik di ibu kota.
Sejak 2023, Anies tercatat sebagai anggota dewan Asia Research Centre di University of Oxford. Ia juga beberapa kali diundang untuk berbicara di lingkungan akademik Inggris dan di hadapan diaspora Indonesia.
Sebelumnya, Anies masuk dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia versi majalah Foreign Policy pada 2008 dan terpilih sebagai Young Global Leader oleh Forum Ekonomi Dunia pada 2009.
Bagi Anies, penghargaan Freedom of the City of London diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas hubungan Indonesia–Inggris melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan kerja sama antarkota. (*)



















