Berita

Kunjungi Makassar, Anies Baswedan Minta Gerakan Rakyat Tak Hanya Bergerak di Politik

Tim Redaksi
×

Kunjungi Makassar, Anies Baswedan Minta Gerakan Rakyat Tak Hanya Bergerak di Politik

Sebarkan artikel ini
Anies Baswedan di Makassar
Anies Baswedan saat memberikan sambutan dalam Silaturahmi Bersama Gerakan Rakyat Sulsel di halaman kantor DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar, Sabtu (19/9/2026).

MAKASSAR — Tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan meminta Gerakan Rakyat memperluas jangkauan gerakannya dan tidak hanya berorientasi pada aktivitas politik. Menurutnya, gerakan yang tumbuh dari masyarakat perlu hadir menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.

Pesan tersebut disampaikan Anies saat berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kunjungannya, Anies menghadiri agenda silaturahmi bersama jajaran Gerakan Rakyat sekaligus meresmikan penggunaan kantor Sekretariat DPD Partai Gerakan Rakyat (PGR) Kota Makassar di kawasan Paropo, Kecamatan Panakkukang.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri pengurus, kader, relawan serta simpatisan Gerakan Rakyat.

Di hadapan jajaran organisasi, Anies mengapresiasi keberadaan Gerakan Rakyat yang menurutnya telah menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengorganisasi berbagai kegiatan sosial.

“Saya sampaikan terima kasih teman-teman di Gerakan Rakyat yang sudah memfasilitasi sehingga niat-niat baik untuk kemasyarakatan ada wadahnya,” kata Anies.

Anies Baswedan di Makassar

Minta Gerakan Rakyat Jangkau Lebih Banyak Masyarakat

Anies menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat. Ia berharap Gerakan Rakyat dapat berkembang menjadi gerakan yang mampu menjangkau berbagai kelompok.

“Tadi saya berpesan menjaga kerukunan, menjangkau semua karena kita berharap gerakan perubahan makin hari makin bisa menjangkau semuanya,” ujarnya.

Menurut Anies, berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau kelompok tertentu. Karena itu, keterlibatan masyarakat melalui berbagai organisasi sosial dinilai penting.

“Sekarang kita jangkau semuanya. Sedang banyak masalah sosial hari ini dan saya berharap teman-teman di ormas Gerakan Rakyat bisa berbuat lebih banyak lagi supaya meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Anies melihat Gerakan Rakyat tidak semata-mata sebagai wadah politik, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia juga menyinggung karakter masyarakat Sulawesi Selatan yang dinilainya memiliki semangat kuat untuk melakukan perubahan.

“Saya melihat masyarakat Sulawesi Selatan itu tangguh dan ingin melakukan perubahan,” kata Anies.

Ia berharap semangat tersebut dapat terus difasilitasi melalui jaringan Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan.

Kunjungan Personal, Berujung Silaturahmi

Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, menjelaskan bahwa kunjungan Anies ke Makassar pada awalnya bukan agenda politik formal.

Menurut Asri, Anies datang ke Makassar untuk menghadiri undangan pernikahan. Adanya waktu luang kemudian dimanfaatkan untuk menggelar silaturahmi bersama jajaran Gerakan Rakyat dan Partai Gerakan Rakyat Sulsel.

“Ini sebenarnya agenda lebih ke sifatnya personal, undangan pernikahan. Cuma karena ada kelonggaran waktu, makanya kita bisa agendakan silaturahmi dengan beliau di sela-sela rencana utamanya ke Makassar,” kata Asri.

Ia menegaskan pertemuan tersebut belum merupakan konsolidasi formal partai.

“Artinya ini kan cuma silaturahmi saja, belum konsolidasi formal. Tapi kita sekaligus gunakan untuk meresmikan penggunaan kantor DPD PGR Kota Makassar,” ujarnya.

Meski demikian, momentum tersebut dimanfaatkan jajaran Gerakan Rakyat untuk menyampaikan perkembangan organisasi sekaligus memperkuat komunikasi dengan jaringan relawan yang telah terbentuk sejak Pilpres 2024.

Anies Baswedan di Makassar9

Dari Relawan ke Organisasi Politik

Asri mengatakan Gerakan Rakyat memiliki basis awal dari berbagai elemen relawan yang sebelumnya terlibat dalam Pilpres 2024.

“Basis dari Gerakan Rakyat itu ya elemen relawan sejak Pilpres 2024. Nah, itu kemudian yang kita bangun komunikasi, mencoba memasukkan dalam struktur,” jelasnya.

Jaringan tersebut kini terus dikembangkan melalui organisasi kemasyarakatan maupun Partai Gerakan Rakyat.

Untuk Sulawesi Selatan, Asri menyebut proses administrasi kepengurusan telah mencakup 18 DPD kabupaten/kota. Sejumlah daerah lain, seperti Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Enrekang, dan Selayar, masih dalam tahap penyelesaian.

Sementara di Kota Makassar, struktur DPC disebut telah terbentuk di seluruh kecamatan.

Ketua DPD PGR Kota Makassar, Firdaus Malie, mengatakan kehadiran Anies menjadi momentum bagi jaringan yang sebelumnya mendukung Anies untuk kembali memperkuat semangat perubahan.

“Kami rindu Abah. Kami kuat karena Abah. Selama ini kami menantikan Abah hadir langsung di sini, menyegarkan kembali semangat kami untuk mewujudkan perubahan dan perbaikan bangsa. Alhamdulillah, hari ini terwujud,” ujar Firdaus.

Ia mengatakan konsolidasi organisasi akan terus dilakukan sembari menunggu proses legalitas partai.

“Insya Allah kita akan terus berjuang mengkonsolidasikan kekuatan sembari menunggu proses legalitas partai selesai. Makassar adalah wajah Sulsel. Karena itu gaung perubahan harus kita menangkan dari kota ini,” katanya.

PGR dan Arah Politik 2029

Di tengah penguatan organisasi, Partai Gerakan Rakyat juga mulai menyiapkan diri menghadapi agenda politik nasional menuju Pemilu 2029.

Asri mengatakan PGR masih mendorong Anies Baswedan sebagai figur yang diharapkan maju dalam kontestasi Pilpres 2029.

“Semangatnya sama. Kita mau partai ini, organisasi ini menjadi kendaraan politik buat Pak Anies bisa menjadi the next president,” kata Asri.

Namun, ia mengatakan keputusan formal mengenai arah politik partai, termasuk pencalonan presiden, masih menunggu mekanisme organisasi dan proses legalitas partai.

Menurut Asri, setelah status badan hukum diperoleh, PGR berencana menggelar Rapat Pimpinan Nasional. Forum tersebut nantinya menjadi ruang pengambilan keputusan resmi mengenai arah politik partai.

Sementara itu, posisi Anies dalam struktur partai masih menunggu proses organisasi. Di organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat, Anies disebut telah berada dalam posisi Dewan Kehormatan.

Asri mengatakan PGR Sulsel juga tengah membangun struktur organisasi di berbagai daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Ia menyebut jumlah anggota yang telah bergabung dengan Gerakan Rakyat saat ini mencapai ribuan. Namun, pendataan masih berlangsung karena proses rekrutmen anggota organisasi dan partai terus berjalan.

Asri juga mengaitkan basis tersebut dengan jaringan pemilih dan relawan Anies pada Pilpres 2024. Namun, ia menegaskan jumlah pemilih pada kontestasi sebelumnya tidak serta-merta dapat disamakan dengan jumlah anggota partai.

Anies Baswedan di Makassar9

Tawarkan Partai Berbasis Gotong Royong

Selain memperkuat struktur, PGR Sulsel menyatakan ingin membangun organisasi politik dengan pendekatan yang lebih terbuka dan berbasis masyarakat.

Asri mengatakan partai tersebut lahir dari spirit relawan dan elemen masyarakat yang menginginkan perubahan serta perbaikan tata kelola politik.

“Ini partai gotong royong, murni dari rakyat dan elemen relawan. Partai ini dibangun dengan standar dan aturan baru yang transparan,” ujarnya.

Ia mengatakan keterbukaan organisasi dan pengelolaan keuangan menjadi salah satu prinsip yang ingin dikembangkan PGR.

Menurut Asri, partai juga berupaya menjaga independensi agar keputusan politik tidak tersandera oleh kepentingan kelompok tertentu.

“Kami ingin membangun model partai yang benar-benar dimiliki rakyat, bukan oligarki,” tegasnya.

PGR Sulsel menyatakan optimistis terhadap perkembangan organisasi di daerah. Selain membangun struktur partai, jaringan tersebut juga diarahkan untuk menyiapkan kader yang dapat berkompetisi dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.

Pesan Sosial di Tengah Konsolidasi Politik

Meski agenda organisasi dan politik menuju 2029 mulai disiapkan, pesan utama Anies dalam kunjungannya ke Makassar justru menempatkan kerja sosial sebagai bagian penting dari gerakan.

Ia meminta Gerakan Rakyat tidak hanya berkutat pada persoalan politik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut kemudian disampaikan kembali Asri kepada jajaran pengurus, kader, dan simpatisan.

“Pesan khusus dari Pak Anies yaitu rangkul sebanyak mungkin, jangkau seluas mungkin, dan tetap rukun. Ikhtiar untuk merubah bangsa ini harus melibatkan banyak orang, tidak bisa cuma sedikit. Tidak ada yang sempurna di antara kita, jadi harus saling menyempurnakan,” ujar Asri.

Bagi Gerakan Rakyat Sulsel, pesan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas basis organisasi di tengah proses transformasi dari jaringan relawan menjadi organisasi masyarakat dan partai politik.

Kunjungan Anies sekaligus mempertemukan dua agenda yang kini berjalan beriringan: penguatan kerja sosial di tingkat masyarakat dan persiapan organisasi menghadapi kontestasi politik 2029.

Di tengah proses tersebut, Anies mengingatkan bahwa gerakan perubahan membutuhkan keterlibatan lebih banyak orang.

Bukan hanya untuk memenangkan kontestasi politik, tetapi juga untuk menghadirkan kerja-kerja sosial yang dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. (*)