Berita

Aliansi-Keramat Gelar Aksi di Pettarani, Tolak Kedatangan Jokowi dan Menteri Kehutanan

Tim Redaksi
×

Aliansi-Keramat Gelar Aksi di Pettarani, Tolak Kedatangan Jokowi dan Menteri Kehutanan

Sebarkan artikel ini
Aliansi-Keramat (Kesatuan Rakyat Menggugat) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Pettarani

MAKASSAR – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi-Keramat (Kesatuan Rakyat Menggugat) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Pettarani Keramat, tepatnya di depan Hotel Claro Makassar, Rabu (28/1/2026).

Aksi tersebut berlangsung dengan nada protes keras. Massa menyuarakan penolakan terhadap kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kehutanan Republik Indonesia ke Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam aksi itu, demonstran membawa spanduk dan poster bertuliskan “Selamatkan Hutan!” dan “Lawan Perusakan!”, sembari menyuarakan kemarahan terhadap dugaan pembiaran kerusakan lingkungan, pembabatan hutan, serta aktivitas penambangan yang dinilai merusak ekologi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Jenderal Lapangan aksi, Erwin, yang dikenal sebagai aktivis Makassar, menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka anggap sebagai praktik pencitraan pemerintah di tengah kondisi lingkungan yang kian kritis.

“Kami menolak keras kedatangan Jokowi dan Menteri Kehutanan di Sulawesi Selatan. Kalau datang hanya untuk pencitraan dan seremoni, sementara hutan digunduli dan tambang liar dibiarkan, lebih baik tidak usah datang,” tegas Erwin dalam orasinya.

Menurut Erwin, masyarakat Sulawesi Selatan tidak membutuhkan pidato dan agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk menghentikan perusakan hutan dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Jangan bicara pembangunan kalau yang ditinggalkan adalah banjir, longsor, dan hutan yang tinggal nama. Negara jangan pura-pura buta. Ini akibat pembiaran dan kebijakan yang memberi ruang bagi perusakan,” lanjutnya.

Dalam tuntutan yang dibacakan di lokasi aksi, Aliansi-Keramat menyampaikan empat poin utama. Pertama, mendesak pencopotan Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

Kedua, mengusut tuntas pembabatan dan penambangan liar di sejumlah titik di Sulawesi Selatan yang diduga ilegal.

Ketiga, menghentikan seluruh bentuk kegiatan yang merusak ekologi. Keempat, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mengusut dugaan keterlibatan Presiden Jokowi terkait dugaan kasus korupsi kuota haji.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung sejak pukul 10.00 WITA hingga selesai. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi dan menyampaikan orasi secara bergantian dengan pengawalan aparat keamanan. Arus lalu lintas di sekitar kawasan Pettarani terpantau padat. (*)