Makassar

Aliyah Mustika Ilham Dorong Generasi Muda Makassar Cerdas, Beriman, dan Berakhlak Mulia

Tim Redaksi
×

Aliyah Mustika Ilham Dorong Generasi Muda Makassar Cerdas, Beriman, dan Berakhlak Mulia

Sebarkan artikel ini
SPIDI Islamic Edu Fest 2026

MAKASSAR — Penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan perlu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan agar generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat menghadiri SPIDI Islamic Edu Fest 2026 di Gedung Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Grand Launching SPIDI Makkah, Living & Learning in Saudi Arabia, sebuah program yang diperkenalkan untuk memperluas pengalaman belajar peserta didik melalui lingkungan dan pengalaman pendidikan di Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Aliyah mengapresiasi keluarga besar SPIDI yang menghadirkan kegiatan pendidikan dengan memadukan pengembangan kemampuan akademik, kreativitas, nilai-nilai keislaman, dan wawasan global.

Menurut dia, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus masa depan Kota Makassar.

Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter, moral, dan kepedulian sosial peserta didik.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar SPIDI atas terselenggaranya SPIDI Islamic Edu Fest 2026 serta peluncuran Program Immersion Makkah. Ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar Aliyah.

Pendidikan Karakter Menjadi Fondasi Generasi Masa Depan

Aliyah menilai SPIDI Islamic Edu Fest 2026 menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan potensi, kreativitas, inovasi, dan prestasi. Kegiatan semacam ini juga dapat membantu anak mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta keberanian menghadapi tantangan.

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi kematangan spiritual dan akhlak yang baik. Pendidikan Islam, menurutnya, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

“Kecerdasan tanpa akhlak akan kehilangan arah. Sebaliknya, ilmu yang disertai iman dan akhlak akan menjadi kekuatan untuk membawa manfaat bagi sesama. Inilah generasi yang ingin kita bangun, generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Ia berharap pendekatan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan pembinaan karakter dapat terus dikembangkan di berbagai lembaga pendidikan di Makassar.

Program Immersion Makkah Perluas Pengalaman Belajar

Peluncuran Program Immersion Makkah turut mendapat perhatian Aliyah. Ia menyambut baik inisiatif tersebut sebagai upaya memperluas pengalaman belajar peserta didik melalui pengenalan sejarah, budaya, dan peradaban Islam secara lebih dekat.

Makkah, kata dia, memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi lokasi Masjidil Haram dan Ka’bah, kota suci tersebut menyimpan nilai sejarah serta keteladanan perjuangan Rasulullah SAW yang penting dipahami generasi muda.

Menurut Aliyah, pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah dapat memberikan manfaat lebih luas apabila dirancang dengan tujuan pendidikan yang jelas. Selain memperkaya wawasan keislaman, program seperti ini diharapkan menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu.

“Kami berharap anak-anak kita tidak hanya membawa pulang kenangan perjalanan, tetapi juga perubahan positif dalam sikap, ibadah, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu. Jadilah generasi yang memiliki cita-cita tinggi, berwawasan luas, tetapi tetap rendah hati dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” pesannya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi pengalaman pendidikan yang bermakna, sekaligus membantu peserta didik memperluas perspektif tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi pegangan mereka.

Sinergi Sekolah, Keluarga, dan Pemerintah

Lebih jauh, Aliyah menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Sekolah berperan memberikan pengetahuan sekaligus pembinaan, sedangkan keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk belajar mengenai keteladanan, kasih sayang, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk menjaga komunikasi dan membangun kemitraan yang baik dengan pihak sekolah agar kebutuhan serta potensi setiap anak dapat dikenali dan dikembangkan secara optimal.

Aliyah juga memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik yang menjalankan peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa.

“Seorang pendidik tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, membangun karakter, dan menginspirasi peserta didik agar berani meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar memandang lembaga pendidikan, termasuk institusi pendidikan Islam, sebagai mitra penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Makassar membutuhkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki daya saing nasional maupun internasional, serta tetap menghormati orang tua dan guru, menjunjung nilai-nilai agama, dan memiliki kepedulian terhadap daerahnya.

“Generasi masa depan yang kita harapkan bukan hanya generasi yang sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Makassar,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Aliyah menyampaikan selamat dan sukses atas penyelenggaraan SPIDI Islamic Edu Fest 2026 serta peluncuran Program Immersion Makkah.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat inovasi pendidikan dan pembinaan karakter, sekaligus melahirkan generasi muslim yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam beserta istri, Pembina Yayasan Pesantren Modern Makassar Muzayyin Arif, Direktur SPIDI Female Boarding School Mukhlisa Arif, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, perwakilan Kapolres Maros, Ustaz Muh Syamsir Ali, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Asisten I dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta pimpinan SPIDI Female Boarding School. (*)