MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menerapkan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya sistematis dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan di ruang-ruang publik.
Penerapan Gerakan ASRI ditandai dengan aksi bersih-bersih serentak di sejumlah titik strategis, seperti pelataran Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, Taman Andalan, serta kawasan Lego-Lego Center Point of Indonesia (CPI), Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, dengan dukungan guru dan siswa dari sejumlah SMA di Kota Makassar. Keterlibatan pelajar menjadi bagian dari upaya edukasi dan penanaman nilai kepedulian lingkungan sejak dini.
Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta Forkopimda se-Indonesia di Sentul, Bogor, pada Senin (2/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden mendorong lahirnya gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman, S.Hut., M.M., menegaskan bahwa arahan Presiden menekankan pentingnya menjadikan kebersihan sebagai budaya dan rutinitas.
“Ini merupakan arahan Bapak Presiden kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai dari pusat hingga desa dan kelurahan, agar kebersihan menjadi rutinitas di semua instansi dan lingkungan masyarakat,” ujar Kasman.
Ia menambahkan, Gubernur Sulawesi Selatan telah menginstruksikan agar kegiatan kebersihan dilakukan secara berkala, minimal satu hingga dua kali dalam sepekan, baik di lingkungan perkantoran, fasilitas umum, permukiman, maupun kawasan wisata.
Menurut Kasman, dalam waktu dekat Gubernur Sulsel juga akan menerbitkan surat edaran khusus terkait penanganan sampah, mengingat persoalan sampah di Indonesia kian mengkhawatirkan dan berdampak langsung terhadap kenyamanan serta kesehatan masyarakat.
“Gerakan ini bersifat masif dan melibatkan seluruh unsur, termasuk BUMN, swasta, dan masyarakat luas, agar turut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Andi Iqbal Najamuddin, S.E., menyebut Gerakan ASRI sebagai langkah awal yang akan diperkuat melalui edaran resmi dari Gubernur Sulsel kepada seluruh instansi.
“Hasil pertemuan di Sentul menjadi dasar pelaksanaan gerakan ini. Selanjutnya akan ada edaran resmi agar seluruh instansi bergerak serentak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris DLHK Provinsi Sulsel, Sekretaris PSDA Provinsi Sulsel, serta guru dan siswa dari sejumlah SMA. Selain kawasan Masjid Kubah 99 Asmaul Husna dan Lego-Lego CPI, aksi pembersihan juga dilakukan di Taman BPJS, Wisma Negara, dan Taman Andalan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap Gerakan ASRI mampu menumbuhkan budaya bersih, kepedulian lingkungan, dan partisipasi kolektif secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan ASRI tidak hanya menjadi agenda bersih-bersih semata, tetapi juga instrumen kebijakan sosial untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. (*)

























