Sulawesi Selatan

Pemprov Sulsel Genjot Perbaikan Jalan di Luwu Raya, Dua Paket Proyek Masuk Tahap Lelang

Tim Redaksi
×

Pemprov Sulsel Genjot Perbaikan Jalan di Luwu Raya, Dua Paket Proyek Masuk Tahap Lelang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Jalan Rusak

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus memperkuat konektivitas wilayah Luwu Raya melalui peningkatan infrastruktur jalan. Saat ini, dua paket proyek perbaikan jalan tengah diproses oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel.

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), paket VI perbaikan jalan mencakup tujuh ruas strategis yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota di wilayah Luwu Raya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ruas-ruas tersebut meliputi jalan Batas Kabupaten Toraja Utara–Pantilang–Bua sepanjang 3 kilometer, Tedong Bonga–Buntao–Batas Kabupaten Luwu sepanjang 25,96 kilometer, serta Pantilang–Bonglo–Batas Kota Palopo sepanjang 17,43 kilometer.

Selain itu, terdapat ruas Batas Kabupaten Luwu–Latuppa sepanjang 5,17 kilometer. Tiga ruas lainnya berada di wilayah Kota Palopo, yakni Jalan Samiun sepanjang 0,25 kilometer, Jalan Opu Tosappaile 1,35 kilometer, dan Jalan Pong Simpin sepanjang 4,82 kilometer.

Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan proses lelang paket VI saat ini masih berada pada tahap pembukaan dokumen.

“Informasi terakhir sementara pembukaan dokumen lelang. Insyaallah dipercepat, mudah-mudahan bisa dikerjakan akhir Februari,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Pemprov Sulsel.

Selain paket VI, Pemprov Sulsel juga menyiapkan proyek perbaikan akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Wilayah yang berjarak sekitar 550 kilometer dari Kota Makassar ini masih memiliki akses yang tergolong ekstrem.

Saat ini, perjalanan menuju Seko harus melalui jalur berlumpur, berbatu, serta jembatan kayu. Kendaraan roda empat hanya mampu mencapai Dusun Paladoan, sementara perjalanan selanjutnya harus dilanjutkan dengan kendaraan roda dua.

Untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dan Pemprov Sulsel menyepakati skema pembiayaan bersama. KemenPU mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar.

“Kita sedang proses juga ini, secepatnya kita lelang,” kata Andi Ihsan.

Ia menjelaskan, paket proyek yang bersumber dari anggaran KemenPU dilelang secara terpisah dari APBD Sulsel dan saat ini telah memiliki pemenang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyebut berbagai proyek infrastruktur tersebut merupakan wujud komitmen Pemprov Sulsel dalam meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di Luwu Raya.

“Itu paket-paket infrastruktur di wilayah Luwu Raya sudah merupakan bentuk atensi Pemprov Sulsel terhadap pembangunan Luwu Raya,” ujarnya.

Melalui peningkatan infrastruktur jalan ini, Pemprov Sulsel berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, aktivitas ekonomi meningkat, serta akses layanan publik di wilayah Luwu Raya semakin merata. (*)