MAKASSAR — Sebanyak tujuh penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dibatalkan akibat gangguan cuaca yang dikaitkan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembatalan tersebut berdampak pada 1.070 penumpang.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan manajemen bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan.
Tujuh penerbangan yang dibatalkan terdiri atas tiga penerbangan rute Makassar–Sorong, satu penerbangan Makassar–Ambon, dua penerbangan Makassar–Ternate, dan satu penerbangan Makassar–Mamuju.
Menurut Ruly, gangguan tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca buruk akibat dampak asap karhutla. Situasi ini mendorong pengelola bandara meningkatkan pemantauan dan koordinasi operasional bersama pihak terkait.
“Dalam penanganan penumpang terdampak, manajemen bandara berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mendukung penyediaan langkah penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku,” jelas Ruly dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026) dikutip dari Herald.id.
Penanganan bagi penumpang terdampak meliputi pengembalian dana tiket (refund), penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), serta penyediaan area istirahat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Bandara Koordinasi dengan BMKG dan AirNav
Ruly menjelaskan, manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca.
Informasi tersebut menjadi bahan pemantauan dan koordinasi operasional guna mendukung kelancaran penerbangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.
Manajemen bandara juga memastikan informasi mengenai status penerbangan disampaikan kepada masyarakat melalui koordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait.
“Kami mengimbau calon penumpang agar selalu memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara,” kata Ruly.
Pengelola bandara menyatakan akan terus mengikuti perkembangan situasi dan melakukan koordinasi sesuai kewenangan serta prosedur yang berlaku.
53 Jemaah Umrah Juga Tertunda Berangkat
Di tengah gangguan penerbangan tersebut, sebelumnya terdapat 53 calon jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah yang mengalami penundaan keberangkatan ke Tanah Suci.
Penundaan itu berkaitan dengan pembatalan penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur–Madinah.
Ruly menjelaskan, dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, sebanyak 30 penumpang reguler tetap diberangkatkan menggunakan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur. Sementara itu, 53 calon jemaah umrah harus menunda perjalanan mereka.
Ia menegaskan, penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan membawa 30 penumpang reguler. Pada saat yang sama, tidak terdapat penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Madinah maupun Jeddah.
Menurut Ruly, penundaan perjalanan jemaah umrah tersebut berkaitan dengan pembatalan penerbangan lanjutan dan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Karena itu, persoalan tersebut merupakan kejadian terpisah dari pembatalan tujuh penerbangan yang dikaitkan dengan gangguan cuaca akibat asap karhutla.
“Kami terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang sedang menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).
Ruly mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terkini mengenai jadwal keberangkatan dan ketentuan perjalanan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, membenarkan adanya jemaah umrah yang mengalami penundaan keberangkatan. Ia menyatakan pemberangkatan jemaah tersebut akan dijadwalkan ulang.
“Nanti otomatis dijadwal ulang itu,” kata Ikbal.
Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait, serta menyampaikan informasi operasional secara akurat kepada pengguna jasa bandara. (*)












