MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat menyusul kondisi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang dilaporkan terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah membagikan masker gratis kepada siswa dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan polusi udara.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan kebutuhan masker bagi masyarakat.
Ia juga meminta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat koordinasi guna merespons perkembangan kondisi udara di kota tersebut.
Instruksi itu disampaikan ketika Munafri tengah mengikuti United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss. Di tengah agenda internasional tersebut, ia meminta jajarannya tetap memberikan perhatian terhadap perlindungan kesehatan warga Makassar.
“Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini,” ujar Munafri dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
Ia mengatakan, masker gratis diprioritaskan bagi anak-anak sekolah serta kelompok rentan, termasuk lanjut usia dan ibu hamil.
“Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia dan ibu hamil,” katanya.
Pembagian masker mulai menyasar siswa
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar menyiapkan kegiatan pembagian masker gratis kepada siswa melalui kolaborasi dengan Sekolah Telkom. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, kami akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis kepada siswa pada Rabu pagi,” ujar Achi.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi paparan debu dan partikel asap saat siswa beraktivitas, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara memburuk.
Pihak sekolah diharapkan turut mengingatkan siswa agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan.
Achi menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan wali kota agar perangkat daerah terkait mengambil tindakan pencegahan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara.
OPD diminta memperkuat koordinasi
Selain pembagian masker, Munafri meminta Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta perangkat daerah lainnya memperkuat koordinasi dalam merespons kondisi di lapangan.
Pemerintah kota juga mendorong kolaborasi dengan pihak swasta untuk mendukung langkah penanganan sesuai kebutuhan masyarakat.
Munafri mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memetakan kondisi lapangan, meningkatkan kewaspadaan, dan menentukan tindakan yang sesuai. Opsi penyemprotan air serta langkah pendukung lainnya juga perlu dikaji berdasarkan situasi dan efektivitasnya dalam membantu mengendalikan debu maupun partikel di lingkungan.
Menurutnya, upaya perlindungan tidak cukup dilakukan melalui satu tindakan. Pemantauan kondisi udara, koordinasi antarlembaga, dan penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat perlu berjalan beriringan.
Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruangan
Munafri turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk. Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi udara tidak mendukung.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil, menjadi perhatian khusus dalam imbauan tersebut.
“Perlindungan diri harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila kondisi udara sedang kurang baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk setelah terpapar asap.
Appi dijadwalkan kembali ke Makassar
Sebagai bentuk perhatian terhadap perkembangan situasi di daerah, Munafri dijadwalkan meninggalkan rangkaian kegiatan United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa dan kembali ke Indonesia pada 14 Oktober 2026, meskipun agenda tersebut belum selesai.
Setibanya di Makassar, ia berencana berkoordinasi dengan jajaran pemerintah kota sekaligus memantau secara langsung langkah penanganan yang telah disiapkan.
Pemkot Makassar berharap rangkaian langkah antisipasi tersebut dapat membantu mengurangi risiko paparan polusi udara bagi masyarakat. Pemerintah juga perlu terus memantau perkembangan kualitas udara agar tindakan yang diambil sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Melalui pembagian masker, koordinasi lintas perangkat daerah, dan edukasi kesehatan, perlindungan warga diharapkan dapat berjalan lebih terarah sembari menunggu perkembangan kondisi udara di Makassar. (*)
























