Berita

Cegah Stunting di Maros, Mahasiswa FKM Unhas Luncurkan Program “Sipatokkong Bernutrisi”

Tim Redaksi
×

Cegah Stunting di Maros, Mahasiswa FKM Unhas Luncurkan Program “Sipatokkong Bernutrisi”

Sebarkan artikel ini
Pembukaan SIPATOKKONG BERNUTRISI Mahasiswa FKM Unhas Hadir di Desa Marumpa untuk Cegah Stunting
Pembukaan SIPATOKKONG BERNUTRISI Mahasiswa FKM Unhas Hadir di Desa Marumpa untuk Cegah Stunting

MAROS — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu strategis kesehatan masyarakat.

Kali ini, mereka hadir di Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, melalui program inovatif bertajuk SIPATOKKONG BERNUTRISI: Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah Stunting untuk Menciptakan Generasi Emas.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Mahasiswa Berkarya dan digelar sebagai respons atas tingginya prevalensi stunting di wilayah tersebut.

Mengusung semangat kolaborasi, program ini berfokus pada edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, serta keterlibatan langsung masyarakat dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Bertempat di Kantor Desa Marumpa, acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kepala Desa dan jajarannya, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Kepala Puskesmas Marusu, Ketua BPD, hingga para kader Posyandu. Kepala Desa Marumpa secara khusus menyampaikan apresiasi terhadap program ini.

“Program ini sangat relevan karena menyasar masalah stunting, yang menjadi persoalan nyata di desa kami. Edukasi kepada masyarakat sangat penting. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan karena kompleksitas masalah di desa membutuhkan pendekatan dan ide-ide segar dari mahasiswa,” ujarnya.

Empat Pilar Program, Menyasar Remaja Hingga Balita

Program Sipatokkong Bernutrisi dirancang dalam empat rangkaian kegiatan utama, menyasar kelompok usia kunci dalam pencegahan stunting:

  1. CEMARA (Cegah Anemia Remaja Putri) di UPTD SMPN 17 Marusu, fokus pada edukasi anemia dan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD).
  2. CERGAS (Cerdas Gizi Seimbang) melibatkan ibu hamil dan ibu balita dalam demo memasak dengan bahan pangan lokal bergizi.
  3. SKOR CILIK (Skrining Risiko Stunting Balita) bekerja sama dengan bidan desa untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini.
  4. CENDEKIA (Ceria Edukasi Anak) di SDN 57 Bulu-Bulu, memberikan edukasi gizi melalui dongeng, lagu, dan pemberian snack sehat.

Setiap kegiatan ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif peserta, menjadikan edukasi lebih menyenangkan dan membumi.

Wujud Kontribusi untuk SDGs

Program ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 – Zero Hunger, melalui peningkatan kesadaran gizi dan pemanfaatan pangan lokal dan SDG 3 – Good Health and Well-being, lewat upaya pencegahan stunting dan anemia secara konkret di tingkat komunitas.

Dengan pendekatan edukatif dan berbasis partisipasi masyarakat, mahasiswa turut memperkuat kolaborasi multisektor dalam pembangunan kesehatan desa.

Program ini dijalankan oleh Tim FORMA Kesmas FKM Unhas yang diketuai oleh Fania Dian Ananta (Prodi Kesehatan Lingkungan), bersama 14 mahasiswa dari berbagai peminatan seperti Gizi, K3, Manajemen RS, Epidemiologi, Biostatistik, dan AKK.

Seluruh kegiatan berada di bawah bimbingan Ryryn Suryaman Prana Putra, S.KM., M.Kes., dosen Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas.

Keterlibatan lintas peminatan ini menjadikan program lebih holistik dan tepat sasaran. Mahasiswa tidak hanya berbicara soal teori, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat dengan aksi nyata.

Melalui Sipatokkong Bernutrisi, mahasiswa FKM Unhas membuktikan bahwa inovasi dan semangat kolaborasi dapat menjadi kunci dalam upaya memberantas stunting di daerah.

Lebih dari sekadar program edukasi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menjadi mitra strategis desa dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas.

Dengan langkah kecil di Desa Marumpa, mereka menanam harapan besar untuk Indonesia yang lebih sehat di masa depan. (*)