MAKASSAR — Lurah Gunungsari, Ahmad Abubakar, SH, melakukan kunjungan ke Bank Sampah Unit (BSU) Cokonuri, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, guna meninjau langsung pelaksanaan program Urban Farming yang menjadi bagian dari penilaian kegiatan RT/RW di Kota Makassar.
Dalam kunjungan pada hari Minggu (26/10) itu, Ahmad Abubakar disambut Direktur BSU Cokonuri, Yani Troy, bersama pengurus dan warga setempat. Menurut Yani, ini merupakan kunjungan pertama sang lurah sejak dilantik.
“Beliau ingin melihat langsung kegiatan Urban Farming dan pengelolaan sampah berbasis maggot yang dikelola langsung oleh para ketua RT,” ungkap Yani.
BSU Cokonuri dikenal sebagai demplot percontohan (demonstration plot) dalam pengelolaan sampah terpadu. Selain mengolah sampah organik menjadi pakan maggot dan pupuk, unit ini juga memberdayakan mahasiswa di sekitar wilayah tersebut.
Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui pendampingan oleh Motivator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Yayasan Peduli Negeri, serta komunitas Gerakan Peduli Pangan Nasional (GPPN) dengan dukungan aktif masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Lurah Gunungsari juga meninjau berbagai produk hasil daur ulang sampah anorganik, seperti pipa paralon bekas yang diubah menjadi pot tanaman, serta sofa ecobrick yang dibuat dari kemasan rumah tangga bekas.
“Inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan karena tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi contoh nyata kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah,” ujar Ahmad Abubakar.
Program Urban Farming di Makassar kini terus digencarkan Pemerintah Kota sebagai salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja RT/RW.
Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan mandiri sampah. (*)














