Berita

Prof Budu: Unhas Harus Punya Wakil Rektor Khusus Kemahasiswaan Lagi!

Tim Redaksi
×

Prof Budu: Unhas Harus Punya Wakil Rektor Khusus Kemahasiswaan Lagi!

Sebarkan artikel ini
Prof.dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd
Calon Rektor Unhas, Prof.dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd

MAKASSAR — Sejak digabung dengan bidang akademik pada periode 2021–2025, banyak pihak menilai urusan kemahasiswaan di Universitas Hasanuddin (Unhas) tidak lagi mendapat perhatian khusus.

Menanggapi hal itu, Calon Rektor Unhas Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd, menyatakan komitmennya untuk mengembalikan Bidang Kemahasiswaan sebagai bidang yang mandiri dan berdiri sendiri.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hal tersebut disampaikan Prof Budu dalam sebuah video pendek di kanal YouTube Digitripx yang tayang pada 25 Oktober 2025, berjudul “Koreksi Total! Alasan Prof Budu Ingin Kembalikan Bidang Kemahasiswaan”.

“Saya berulang-ulang mengatakan, kalau tidak ada mahasiswa, maka kita pun tidak ada. Karena itu, mahasiswa harus betul-betul dikelola dengan baik,” tegas Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas tersebut.

Menurut Prof Budu, mahasiswa merupakan unsur paling esensial dalam ekosistem perguruan tinggi.

Karena itu, pengelolaan kemahasiswaan tidak boleh tercampur dengan urusan akademik yang memiliki orientasi dan mekanisme kerja berbeda.

“Kalau saya jadi rektor, saya akan kembalikan urusan kemahasiswaan ini pada satu wakil rektor di bidang kemahasiswaan khusus, tidak bercampur dengan akademik,” ujarnya.

Prof Budu menjelaskan, saat ini semua wakil rektor sejatinya bersentuhan dengan mahasiswa. Misalnya, Wakil Rektor Bidang Akademik menangani indeks prestasi, masa studi, dan pembayaran kuliah.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama mengatur program pertukaran mahasiswa internasional, sementara bidang keuangan menangani pembayaran SPP dan UKT.

“Tidak ada satu pun wakil rektor yang benar-benar terlepas dari urusan mahasiswa,” ujarnya. “Namun harus ada satu wakil rektor khusus yang fokus mengurus hal-hal non-akademik seperti kesejahteraan, beasiswa, dan pembinaan karakter.”

Lebih jauh, Prof Budu menekankan pentingnya pembinaan leadership, karakter, dan kontrol sosial mahasiswa melalui bidang kemahasiswaan yang kuat.

Ia juga ingin memastikan agar bidang ini memiliki perwakilan di setiap fakultas, guna memperkuat koordinasi dan pembinaan di tingkat unit.

“BEM di masing-masing fakultas harus aktif untuk merepresentasikan mahasiswa. Lembaga kemahasiswaan inilah yang akan mengangkat potensi mahasiswa sampai ke tingkat unit, agar pembinaan mereka terkontrol dan terarah,” jelasnya.

Pernyataan Prof Budu ini menegaskan salah satu fokus utama visinya dalam Pemilihan Rektor Unhas 2025–2029, yakni penguatan tata kelola universitas berbasis keseimbangan antara aspek akademik dan kemahasiswaan.

Ia menilai, mahasiswa bukan sekadar objek pendidikan, tetapi mitra penting dalam membangun reputasi dan masa depan universitas. (*)