Luwu Timur

Perkuat Layanan Kesehatan Desa, 128 Kader Posyandu Luwu Timur Dibekali 25 Kompetensi Dasar

Tim Redaksi
×

Perkuat Layanan Kesehatan Desa, 128 Kader Posyandu Luwu Timur Dibekali 25 Kompetensi Dasar

Sebarkan artikel ini
Bekali Kader 25 Kompetensi Dasar, Pemkab Lutim Tingkatkan Layanan Kesehatan

LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dengan meningkatkan kapasitas kader Posyandu di seluruh desa.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan 25 Kompetensi Dasar Kader yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelatihan yang berlangsung di Wisma Trans Malili, Selasa (29/6/2026), diikuti 128 kader Posyandu yang merupakan perwakilan dari setiap desa di Kabupaten Luwu Timur.

Program ini dirancang untuk membekali kader dengan kemampuan yang lebih komprehensif dalam mendampingi masyarakat pada setiap tahapan kehidupan, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.

Kegiatan dibuka Asisten III Sekretariat Daerah Luwu Timur, Askar, didampingi Ketua Bidang II TP PKK Herni Bahar, Ketua Bidang IV TP PKK dr. A. Hiswanah, serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Nelli Muallim. Hadir pula jajaran TP PKK Kabupaten, Dinas Kesehatan, dan para kader Posyandu.

Dalam sambutannya, Askar menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, kader Posyandu merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga harus memiliki kompetensi yang merata dan profesional.

“Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya kader Posyandu, sehingga setiap desa dan kelurahan memiliki kader dengan kompetensi yang merata, profesional, serta mampu menjadi motor penggerak kesehatan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Ia optimistis peningkatan kapasitas kader akan berdampak pada kualitas pelayanan Posyandu sekaligus mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan kesehatan.

“Dengan kader yang kompeten, kita dapat mempercepat penurunan stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengendalikan penyakit tidak menular demi terwujudnya masyarakat Luwu Timur yang sehat, produktif, dan sejahtera,” kata Askar.

Sementara itu, Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Luwu Timur, dr. A. Hiswanah, mengatakan kader PKK dan Posyandu memegang peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan promotif dan preventif di tengah masyarakat.

Karena itu, pelatihan difokuskan agar setiap kader mampu menguasai 25 kompetensi dasar yang menjadi standar pelayanan Posyandu di seluruh siklus kehidupan.

“Kader PKK dan Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap kader menguasai 25 kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan di semua siklus kehidupan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kompetensi tersebut dikelompokkan ke dalam lima klaster, yakni pengelolaan Posyandu, pelayanan bagi ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, serta pelayanan bagi usia dewasa hingga lanjut usia.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga angkatan, dengan durasi masing-masing selama tiga hari. Materi disusun secara terpadu melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan praktik lapangan.

Pada dua hari pertama, peserta memperoleh materi dari para narasumber mengenai aspek teknis dan pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, pada hari ketiga, peserta melakukan praktik langsung di Posyandu untuk memperkuat kemampuan komunikasi, validasi data, teknik pengukuran di meja pelayanan, hingga pencatatan dan pelaporan.

Melalui peningkatan kompetensi tersebut, pemerintah daerah berharap kader Posyandu semakin siap menjadi mitra strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, mempercepat penurunan angka stunting, serta mewujudkan masyarakat Luwu Timur yang lebih sehat, mandiri, produktif, sejalan dengan visi Luwu Timur Juara. (*)