Berita

Muda Bergerak Sulsel Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Tim Redaksi
×

Muda Bergerak Sulsel Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Ketua Bidang Politik DPW Muda Bergerak Sulsel, Firdaus
Ketua Bidang Politik DPW Muda Bergerak Sulsel, Firdaus (Foto: Dok DPW Muda Bergerak Sulsel)

MAKASSAR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan kembali menuai sorotan.

Meski dirancang untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi anak sekolah, pelaksanaannya di berbagai daerah justru diwarnai persoalan—mulai dari distribusi yang tidak merata hingga kasus keracunan yang terus berulang.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Bergerak Sulawesi Selatan mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap program MBG agar lebih aman, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepala Bidang Politik DPW Muda Bergerak Sulsel, Firdaus, menilai perlunya perubahan skema pelaksanaan MBG agar lebih transparan dan partisipatif, dengan melibatkan sekolah sebagai pusat kegiatan.

“Kalau program ini mau tetap dijalankan, sebaiknya dapur MBG dibuat di sekolah. Kantin sekolah bisa diberdayakan, tenaga kerja lokal tidak kehilangan pekerjaan, dan pengawasan makanan bisa dilakukan langsung oleh pihak sekolah,” ujar Firdaus, Selasa (7/10).

Menurutnya, skema dapur sekolah tidak hanya mempercepat proses pengolahan dan distribusi makanan, tetapi juga mengurangi risiko keracunan akibat makanan dari pihak ketiga yang dikirim dalam jarak jauh.

“Dengan dapur di sekolah, kualitas makanan lebih mudah diawasi. Tapi kalau mau dievaluasi total, saya pribadi lebih memilih pendidikan gratis daripada makan gratis. Karena pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, DPRD Makassar juga menyoroti lemahnya pengawasan pelaksanaan MBG, terutama setelah muncul beberapa kasus keracunan massal di sejumlah wilayah.

Banyak pihak menilai bahwa meski program ini penting untuk mendukung ketahanan gizi anak, pelaksanaannya perlu diperbaiki melalui standar operasional yang ketat, sistem pengawasan terpadu, serta kontrol kualitas bahan pangan yang lebih baik.

Dorongan evaluasi dari Muda Bergerak Sulsel menjadi peringatan penting bagi pemerintah, agar program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar menjadi proyek seremonial, melainkan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak dan dunia pendidikan di Indonesia.

Diketahui, Muda Bergerak merupakan sayap organisasi Gerakan Rakyat yang lebih fokus pada pemberdayaan kalangan muda dan generasi milenial di Indonesia. (*)