MAKASSAR — Persiapan penyelenggaraan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Friendship Games 2026 kian dimatangkan, seiring dorongan untuk memperkuat kolaborasi olahraga di kawasan timur ASEAN.
Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan bahwa profesionalitas penyelenggaraan dan kesinambungan organisasi menjadi dua hal utama yang harus dijaga dalam agenda tersebut.
Hal itu disampaikan Jufri saat mengikuti 2nd Meeting of BIMP-EAGA Sport Council 2026 secara virtual dari Makassar, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut digelar di Sheraton Kota Kinabalu dan dihadiri perwakilan negara anggota kawasan.
Salah satu peserta yang hadir secara langsung yakni Nizam Abu Bakar Titingan dari Malaysia.
Agenda utama rapat membahas kesiapan pelaksanaan Friendship Games ke-12 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Sabah, Malaysia.
Ajang ini akan mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang dipilih berdasarkan kesepakatan negara anggota dengan mempertimbangkan potensi atlet dan tingkat popularitas di kawasan.
Menurut Jufri, ajang ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi olahraga, terutama setelah jeda panjang pelaksanaannya.
“Ini bukan hanya soal pertandingan, tapi juga momentum mempererat kembali hubungan dan semangat kebersamaan di kawasan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan harus mengedepankan standar profesional, keamanan, serta menghadirkan suasana yang mencerminkan semangat persahabatan antarnegara.
Selain fokus pada aspek teknis, pertemuan tersebut juga menyoroti isu strategis lain, yakni keberlanjutan kepemimpinan dalam BIMP-EAGA Sport Council.
Jufri Rahman, yang telah menjabat sebagai Chairman selama tiga periode sejak 2016, akan segera mengakhiri masa tugasnya. Ia menilai proses transisi kepemimpinan menjadi krusial agar program kerja sama yang telah berjalan tetap berlanjut tanpa hambatan.
“Yang terpenting adalah memastikan estafet kepemimpinan berjalan baik dan program tetap berkesinambungan,” katanya.
Posisi ketua selanjutnya direncanakan akan diisi oleh Mansur Asun yang diharapkan dapat melanjutkan agenda kolaborasi kawasan.
Dalam forum tersebut, Jufri juga mendorong seluruh anggota untuk aktif berkontribusi dalam setiap pembahasan, guna menjaga soliditas kerja sama lintas negara.
Sebagai informasi, BIMP-EAGA Sport Council merupakan wadah kerja sama antara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang berfokus pada penguatan hubungan antargenerasi muda melalui olahraga, budaya, dan kegiatan kepemudaan.
Sebelumnya, pada 2025, Makassar sukses menjadi tuan rumah kegiatan 5K BIMP-EAGA Sport Council yang diikuti ribuan peserta. Capaian tersebut menjadi indikator kesiapan daerah dalam mendukung event internasional di kawasan timur ASEAN.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat integrasi kawasan, dengan olahraga sebagai instrumen diplomasi yang efektif dan berkelanjutan.
“BIMP-EAGA adalah ruang strategis untuk mempererat hubungan antarnegara sekaligus membangun persahabatan jangka panjang,” tutup Jufri. (*)













