LUWU TIMUR – Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu Timur resmi membatalkan rencana aksi demonstrasi terkait dugaan pemecatan sepihak pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lorong II yang sedianya dijadwalkan pada Kamis (10/9/2026).
Keputusan pembatalan itu disampaikan langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu Timur, Rusdi Layong, ST. Menurutnya, langkah ini diambil setelah pihak pengelola SPPG menghubungi pihak Pemuda Pancasila secara langsung untuk membuka ruang komunikasi dan dialog.
“Aksi kita batalkan dan diganti dengan jalur mediasi. Pihak SPPG sudah merespons dan mengonfirmasi untuk membicarakan serta mencari solusi terbaik secara kekeluargaan terkait nasib pekerja yang diberhentikan,” ujar Rusdi Layong, yang juga merupakan Anggota DPRD Luwu Timur Komisi I dari Partai Gelora.
Rusdi menegaskan bahwa lembaga Pemuda Pancasila Luwu Timur tidak hanya fokus membela kader internal, melainkan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan hukum saat menghadapi persoalan serupa.
Di samping itu, merespons dinamika aksi aksi yang belakangan bergulir dari aliansi lembaga lain, Rusdi mengklarifikasi bahwa secara kelembagaan Pemuda Pancasila tidak terlibat karena tidak mendapatkan undangan resmi, tapi ada beberapa kader hadir secara pribadi.
Ke depannya, Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu Timur akan memberlakukan mekanisme kajian internal yang ketat terhadap setiap ajakan atau undangan aksi dari lembaga lain. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kegiatan yang diikuti tetap terarah dan berjalan sesuai dengan koridor serta tujuan organisasi.













