MAKASSAR — Sebanyak 28 penerima beasiswa luar negeri Tahun Anggaran 2026 resmi dilepas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.
Pelepasan berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (20/9/2026).
Para penerima beasiswa diharapkan tidak hanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga memperluas wawasan, pengalaman, serta kompetensi yang kelak dapat dibawa kembali untuk memberi manfaat bagi daerah.
Di hadapan para penerima beasiswa, Andi Sudirman menitipkan pesan agar mereka tetap menjaga hubungan dengan keluarga, khususnya orang tua, selama menjalani pendidikan di luar negeri.
“Selalu meminta restu dan doa dari orang tua. Jangan lupa untuk selalu menghubungi dan menanyakan kabar orang tua,” pesan Andi Sudirman.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Karena itu, ia meminta para penerima beasiswa menjaga sikap, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mengecewakan keluarga.
“Jangan pernah membuat sedih orang tua. Karena di balik keberhasilan kita, ada doa dan pengorbanan orang tua yang tidak ternilai,” tuturnya.
Selain aspek akademik, Gubernur juga mengingatkan para penerima beasiswa untuk menjaga nama baik keluarga dan Sulawesi Selatan selama berada di luar negeri.
Ia berharap pengalaman berinteraksi dengan lingkungan akademik dan masyarakat internasional dapat memperkaya perspektif para penerima beasiswa. Pengetahuan dan pengalaman tersebut nantinya diharapkan menjadi modal untuk berkontribusi ketika mereka kembali ke daerah.
“Harapan kita, setelah menyelesaikan pendidikan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat kembali dibawa pulang untuk mengabdi dan berkontribusi bagi Sulawesi Selatan,” katanya.
Andi Sudirman pun meminta para penerima beasiswa menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh. Kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, kata dia, harus dimanfaatkan untuk membangun kapasitas sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Selamat belajar, selamat berjuang. Jadilah generasi yang membawa manfaat dan membanggakan orang tua serta daerah,” pungkasnya.
Pelepasan 28 penerima beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses pengembangan sumber daya manusia Sulawesi Selatan melalui pendidikan di perguruan tinggi luar negeri.
Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan, jejaring, dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung pembangunan daerah. (*)
























