Sidrap

Sidrap Masuk Lima Besar SDGs Action Award 2026, Program Listrik Masuk Sawah Diverifikasi

Tim Redaksi
×

Sidrap Masuk Lima Besar SDGs Action Award 2026, Program Listrik Masuk Sawah Diverifikasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidrap Ajak Tim Penilai SDGs Lihat Langsung Manfaat Nyata Listrik Masuk Sawah

SIDRAP – Program Listrik Masuk Sawah (LMS) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjalani verifikasi lapangan oleh tim penilai Indonesia SDGs Action Award 2026, Jumat (6/11/2026).

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mendampingi tim meninjau pelaksanaan program di Desa Takkalasi dan Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae. Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan penilaian setelah Sidrap berhasil masuk lima besar nasional.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam peninjauan tersebut, tim melihat langsung sejumlah fasilitas pendukung program, mulai dari sumur bor, jaringan listrik pertanian, hingga area persawahan yang telah memanfaatkan sistem pengairan berbasis listrik. Tim juga berdialog dengan petani untuk mengetahui manfaat program bagi kegiatan pertanian mereka.

Di Desa Tanete, Syaharuddin menunjukkan sumur bor yang telah teraliri listrik dan dimanfaatkan untuk mengairi sawah tadah hujan.

Lahan yang sebelumnya sangat bergantung pada curah hujan kini memiliki sumber air yang memungkinkan peningkatan intensitas tanam. Pengolahan lahan juga didukung penggunaan rotavator.

BACA JUGA:  Dilantik di PLTB Sidrap, Pengurus IOF 2025–2029 Siap Perkuat Akses Desa

Syaharuddin mengatakan, keberhasilan Sidrap masuk lima besar menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Dari 149 daerah yang mengikuti proses seleksi, Sidrap menjadi salah satu daerah dari kawasan Indonesia Timur yang berhasil melaju ke tahap penilaian.

“Ini bukan sekadar lomba. Yang dilihat adalah program dan manfaatnya bagi masyarakat. Kita ingin menunjukkan bahwa Listrik Masuk Sawah benar-benar memberikan perubahan bagi petani,” ujarnya.

Sekitar 14 Ribu Hektare Sawah Telah Tertangani

Syaharuddin menyebutkan, dari sekitar 18.000 hektare lahan sawah tadah hujan di Sidrap, kurang lebih 14.000 hektare telah tertangani melalui program tersebut. Sementara sekitar 4.000 hektare lainnya masih membutuhkan penanganan secara bertahap.

Ia mengapresiasi dukungan PLN dalam penyediaan jaringan listrik untuk kawasan pertanian. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan pengairan bagi petani.

“Pantang pulang sebelum menyala. Itu yang menjadi semangat kita dalam menjalankan program Listrik Masuk Sawah. Memang masih ada yang berproses, tetapi kita ingin seluruh kebutuhan petani bisa terpenuhi secara bertahap,” tegasnya.

BACA JUGA:  Sidrap Tunjukkan Taring di Dunia Otomotif, Kejurprov Drag Race 2026 Diserbu 1.139 Peserta

Selain pengembangan jaringan listrik pertanian, pemerintah daerah juga terus membenahi infrastruktur jalan. Syaharuddin mengungkapkan, dari total 554 kilometer jalan rusak pada 2024, sepanjang 244 kilometer telah diperbaiki dalam dua tahun terakhir.

Manfaat program turut disampaikan langsung oleh petani yang ditemui tim penilai. Salah seorang petani mengaku, keberadaan Listrik Masuk Sawah membuat mereka dapat meningkatkan frekuensi tanam, terutama saat musim kemarau.

“Terima kasih, Pak Bupati. Dulu kalau kemarau sawah kami kering dan tidak bisa menanam. Sekarang sudah ada Listrik Masuk Sawah, kami bisa tanam tiga kali setahun. Pendapatan kami juga meningkat,” ungkapnya.

Petani tersebut juga menceritakan peningkatan kesejahteraan keluarganya setelah menerapkan indeks pertanaman (IP) 300. Bahkan, hasil pertanian yang diperolehnya telah membantu keluarga tersebut membeli mobil Avanza.

BACA JUGA:  Survei JNK: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Bupati Sidrap Syaharuddin–Nurkanaah Capai 87,7 Persen

Enam Ribu Sumur Bor Telah Direalisasikan

Sementara itu, perwakilan tim penilai mengapresiasi pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program Listrik Masuk Sawah.

Ia menjelaskan, program yang mulai diinisiasi pada 2023 itu berlanjut ke tahap implementasi pada 2024 dan 2025. Hingga saat ini, sekitar 6.000 sumur bor telah direalisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.

Tim penilai selanjutnya akan mencermati hasil pelaksanaan program, termasuk dampak yang dirasakan masyarakat serta kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutannya.

Setelah peninjauan, Bupati bersama rombongan juga mengikuti kegiatan panen semangka dan kacang tanah di lokasi tersebut.

Kunjungan lapangan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan bahwa program Listrik Masuk Sawah tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sidrap. (*)