MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai menghidupkan kembali potensi wisata bahari melalui kegiatan olahraga memancing.
Dikemas dalam Makassar Memancing 2026, agenda ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi komunitas pemancing, tetapi juga diarahkan untuk memperkenalkan kekayaan laut Makassar kepada wisatawan dari berbagai daerah.
Kegiatan bertajuk Fishing Exhibition tersebut dipusatkan di kawasan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, selama dua hari, 7–8 November 2026.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara resmi membuka kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar bersama sejumlah komunitas pemancing.
Ratusan peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, termasuk pemancing dari luar Sulawesi Selatan. Kompetisi dikemas dalam bentuk sport fishing atau olahraga memancing di laut dengan menggunakan kapal yang telah disediakan Pemerintah Kota Makassar.
Munafri mengatakan, penyelenggaraan Makassar Memancing menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali kegiatan serupa yang sudah lebih dari satu dekade tidak digelar melalui kolaborasi pemerintah dan komunitas pemancing.
Menurutnya, Makassar memiliki kekayaan laut dan potensi wisata bahari yang perlu diperkenalkan secara lebih luas. Salah satu pendekatannya adalah melalui kegiatan olahraga yang mampu menarik partisipasi masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman langsung menikmati kawasan pesisir dan perairan Makassar.
“Kita memulai menghidupkan kegiatan ini untuk memastikan bahwa potensi laut dan bahari kita harus dieksplorasi bersama. Salah satunya dengan membuat lomba memancing yang ditujukan kepada masyarakat agar bisa melihat keindahan spot bahari yang dimiliki Kota Makassar,” ujar Munafri.
Dorong Makassar Jadi Destinasi Sport Fishing
Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi salah satu indikator bahwa Makassar Memancing memiliki peluang berkembang sebagai kegiatan wisata bahari berskala lebih luas.
Munafri menyambut antusias para peserta yang datang dari berbagai wilayah. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi yang memperkenalkan Makassar bukan hanya sebagai kota perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai salah satu tujuan wisata bahari.
Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan wisata laut harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Aktivitas olahraga dan rekreasi di perairan tidak boleh mengabaikan tanggung jawab untuk menjaga ekosistem laut.
“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana cara kita mencintai laut dan mengenal potensi bahari yang dimiliki Kota Makassar,” jelasnya.
Pemkot Makassar berharap Makassar Memancing dapat berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata yang mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung sekaligus memperluas promosi potensi kelautan daerah.
Buka Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Pesisir
Selain aspek pariwisata dan olahraga, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.
Keterlibatan nelayan serta pemilik kapal dalam mendukung penyelenggaraan kompetisi menjadi salah satu upaya membuka peluang ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Dengan meningkatnya aktivitas wisata bahari, berbagai sektor pendukung seperti jasa transportasi laut dan layanan masyarakat pesisir berpeluang ikut merasakan dampak ekonomi.
Munafri menegaskan, pemerintah berkomitmen menjadikan Makassar Memancing sebagai agenda tahunan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas serta melibatkan komunitas pemancing dari berbagai daerah.
“Mudah-mudahan acara ini kita laksanakan setiap tahun dan semakin kita besarkan untuk merangkul lebih banyak lagi pemancing yang datang ke Kota Makassar,” pungkasnya.
Kolaborasi untuk Wisata dan Kepedulian Lingkungan
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Fauzi Andi Wawo yang juga merupakan bagian dari komunitas pemancing menilai Makassar Memancing memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi olahraga.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-419 Kota Makassar yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Ia mengatakan, penyelenggara tidak ingin kegiatan hanya berorientasi pada olahraga memancing. Aspek kepedulian terhadap ekosistem laut juga harus menjadi bagian dari agenda tersebut.
“Ini bagian dari rangkaian HUT Kota Makassar. Namun, kami tidak ingin kegiatannya hanya diisi dengan sport fishing. Kami juga ingin menghadirkan kegiatan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, kami mengajak Bank Sulselbar untuk berkolaborasi,” ungkap Fauzi.
Kolaborasi pemerintah, komunitas, dan pihak perbankan tersebut diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan kegiatan sekaligus memperluas pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian laut.
Melalui Makassar Memancing 2026, Pemkot Makassar ingin menjadikan potensi bahari sebagai salah satu kekuatan pengembangan pariwisata daerah.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan komunitas, sarana promosi wisata, serta penggerak ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (*)

























