Sulawesi Selatan

PORDASI Sulsel Gelar Selekda HBA 13–14 November, Jaring Atlet untuk Kejurnas

Tim Redaksi
×

PORDASI Sulsel Gelar Selekda HBA 13–14 November, Jaring Atlet untuk Kejurnas

Sebarkan artikel ini
Sulsel Jadi Tuan Rumah Kejurnas Horseback Archery 2026

MAKASSAR – Sulawesi Selatan bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Horseback Archery (HBA) 2026.

Ajang olahraga panahan berkuda tersebut dijadwalkan berlangsung di Pantai Indah Bosowa, Makassar, pada 21–22 November 2026, dengan melibatkan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan, jajaran Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) melakukan koordinasi dengan pengurus PORDASI Sulawesi Selatan.

Koordinasi dipimpin Ketua Komisi Horseback Archery (HBA) dan Tent Pegging PP PORDASI, Deri Asta, bersama tim Steering Committee (SC) PP PORDASI yang terdiri atas Bandiyono, Onny Prasetiyo, dan Ronald Regent. Rombongan diterima Ketua PORDASI Sulsel, Andi Iqbal Najamuddin, beserta jajaran pengurus.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek persiapan, mulai dari kesiapan teknis, penyelenggaraan pertandingan, hingga dukungan pemerintah daerah untuk menyukseskan agenda olahraga tingkat nasional itu.

Sulsel Siapkan Diri sebagai Tuan Rumah

Ketua PORDASI Sulsel, Andi Iqbal Najamuddin, menyambut antusias kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Kejurnas HBA 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi Sulsel untuk menunjukkan kontribusi dalam pengembangan olahraga berkuda, khususnya panahan berkuda, di Indonesia.

“Kami menyambut dengan penuh antusias kepercayaan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Kejurnas PORDASI 2026. Ini merupakan kesempatan besar bagi Sulsel untuk menunjukkan kesiapan dan kontribusi dalam pengembangan olahraga berkuda, khususnya Horseback Archery di Indonesia,” ujar Iqbal, Sabtu (7/11/2026).

Ia menyebut dukungan Gubernur Sulawesi Selatan menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan penyelenggaraan.

Dukungan tersebut diharapkan memperkuat kesiapan daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kontingen yang akan datang ke Makassar.

Iqbal yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Sulsel itu berharap Kejurnas tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga ruang pembinaan atlet, peningkatan kualitas kompetisi, dan penguatan persaudaraan antardaerah.

“Kami ingin menjadikan Kejurnas ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sebagai wadah pembinaan, peningkatan kualitas atlet, serta mempererat persaudaraan antardaerah. Harapan kami, dari kejuaraan ini akan lahir atlet-atlet HBA yang tangguh, memiliki sportivitas tinggi, dan mampu membawa nama Indonesia bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Selekda Digelar 13–14 November

Sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan nasional, PORDASI Sulsel terlebih dahulu akan menggelar Seleksi Daerah (Selekda) pada 13–14 November 2026.

Seleksi tersebut bertujuan menjaring sekaligus mempersiapkan atlet yang akan mewakili Sulawesi Selatan dalam Kejurnas HBA 2026.

PORDASI Sulsel juga membuka kesempatan bagi atlet yang berminat mengikuti Selekda maupun Kejurnas, sepanjang memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Organisasi (PO) PORDASI.

Kategori yang dipertandingkan meliputi HBA Junior untuk atlet usia 14–17 tahun dan HBA Senior usia 18 tahun ke atas. Selain itu, terdapat kategori Ground Archery Junior (U17) dan Senior, serta Fast Shooting Junior (U17) dan Senior, dengan kategori senior diperuntukkan bagi atlet berusia 18 tahun ke atas.

Iqbal menegaskan, penyelenggaraan Kejurnas di Pantai Indah Bosowa diharapkan menjadi momentum penting bagi kemajuan olahraga berkuda Indonesia.

“Sulawesi Selatan tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari lahirnya sejarah dan prestasi baru olahraga Horseback Archery Indonesia. Kami ingin Pantai Bosowa menjadi saksi berkumpulnya atlet-atlet terbaik bangsa yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional,” tutupnya. (*)