BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 10 mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan sejumlah pejabat utama Polri.
Pertemuan yang mempertemukan para purnawirawan Kapolri lintas periode itu berlangsung di tengah perhatian publik terhadap pengusutan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo, sejumlah tokoh, dan masyarakat sipil.
Kasus tersebut sebelumnya mencuat dengan dugaan keterlibatan seorang jenderal bintang empat dan mantan Kapolri berinisial LSP bersama sejumlah perwira tinggi Polri.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang menghubungkan agenda pertemuan di Hambalang dengan penanganan perkara tersebut.
Sepuluh Mantan Kapolri Hadiri Pertemuan
Sepuluh mantan Kapolri yang hadir berasal dari berbagai periode kepemimpinan Polri. Mereka adalah Jenderal (Purn.) Roesmanhadi, Jenderal (Purn.) Surojo Bimantoro, Jenderal (Purn.) Da’i Bachtiar, Jenderal (Purn.) Sutanto, dan Jenderal (Purn.) Bambang Hendarso Danuri.
Selain itu, hadir Jenderal (Purn.) Timur Pradopo, Jenderal (Purn.) Sutarman, Jenderal (Purn.) Badrodin Haiti, Jenderal (Purn.) Rusdiharjo, serta Jenderal (Purn.) Tito Karnavian.
Mereka tercatat pernah memimpin institusi Polri dalam rentang periode 1998 hingga 2019. Dalam daftar tersebut tidak terdapat nama Jenderal (Purn.) Idham Azis, yang menjabat Kapolri pada 2019–2021.
Sebelum pertemuan dimulai, Presiden Prabowo terlihat menyalami satu per satu para mantan Kapolri yang memasuki ruang pertemuan.
Dalam siaran resmi Sekretariat Presiden, Prabowo membuka pertemuan. Sejumlah mantan Kapolri kemudian turut menyampaikan pandangan kepada Presiden.
Sejumlah Pejabat Negara Turut Mendampingi
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Hadir pula Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari dan Sekretaris Kabinet Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya.
Dari jajaran kepolisian, selain Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, tampak Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin dan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap.
Dalam dokumentasi yang disiarkan, para mantan Kapolri dan Kapolri aktif duduk mengelilingi meja bundar dengan Presiden Prabowo berada di bagian tengah. Menteri Pertahanan Sjafrie berada di sisi kanan Presiden, sedangkan Kapolri Suyudi duduk di sisi kirinya.
Pertemuan Berlangsung Saat Kasus Penyadapan Disorot
Pertemuan para mantan Kapolri dengan Presiden berlangsung ketika dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dan sejumlah pihak menjadi perhatian publik.
Sejumlah kalangan sebelumnya mendesak agar dugaan tersebut diusut secara transparan. Isu ini juga memunculkan dorongan agar penanganannya dilakukan secara independen dan tidak berhenti pada pengungkapan pelaku di lapangan.
Namun, rekaman resmi yang dipublikasikan Sekretariat Presiden sejauh ini hanya memperlihatkan bagian awal pertemuan tanpa menyertakan suara atau penjelasan mengenai substansi pembicaraan.
Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah dugaan penyadapan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut. Keterangan resmi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan tujuan dan pokok pembicaraan Presiden bersama para mantan Kapolri. (*)

















