MAKASSAR – Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Manji Lala, mengeluarkan imbauan khusus kepada para alumni menyusul munculnya kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa hari terakhir.
Kasus tersebut juga memicu keraguan sejumlah pihak terhadap kompetensi ahli gizi, khususnya terkait kelayakan menu yang disajikan.
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun Facebook miliknya, Manji Lala meminta seluruh alumni untuk meningkatkan kewaspadaan dengan selalu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) penyelenggaraan makanan secara ketat. Hal itu dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, alumni diimbau lebih aktif berdiskusi dengan head chef dalam penyusunan menu, sehingga makanan yang disajikan benar-benar memenuhi konsep gizi seimbang.
Ia juga menekankan kehati-hatian dalam penggunaan bahan pangan ultra processed food (UPF) seperti sosis, nugget, dan burger, yang dinilai kurang tepat jika dikategorikan sebagai makanan bergizi.
“Prinsipnya, kita ingin memastikan menu yang diberikan kepada penerima manfaat MBG benar-benar sehat dan sesuai standar gizi. Jangan pernah lelah untuk terus belajar dan berkoordinasi dengan dosen di kampus jika ada hal yang ingin didiskusikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar juga akan melakukan pendataan alumni yang bekerja di Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG).
Langkah ini bertujuan agar ke depan dapat digelar pertemuan rutin sebagai sarana penyegaran pengetahuan, khususnya terkait penyelenggaraan makanan massal. (*)















