Persona

Profil Prof. Jalaluddin, Calon Dekan Fakultas Teknik Unhas 2026–2030

Tim Redaksi
×

Profil Prof. Jalaluddin, Calon Dekan Fakultas Teknik Unhas 2026–2030

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Eng. Ir. Jalaluddin ST MT
Prof. Dr. Eng. Ir. Jalaluddin ST MT, Calon Dekan Fakultas Teknik Unhas 2026–2030 (Foto: IST)

GOWA — Prof. Dr. Eng. Ir. Jalaluddin, ST, MT hadir sebagai salah satu figur kuat dalam bursa pemilihan Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin periode 2026–2030.

Akademisi kelahiran Sompu, Takalar, pada 25 Agustus 1972 ini dikenal sebagai peneliti energi terbarukan yang produktif, pemimpin organisasi yang berpengalaman, serta sosok yang konsisten memperjuangkan penguatan kelembagaan teknik.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perjalanan akademiknya dimulai dari Teknik Mesin Unhas, tempat ia meraih predikat lulusan terbaik pada 1996.

Ia kemudian melanjutkan studi magister di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan Tinggi, sebelum menempuh pendidikan doktoral di Saga University, Jepang.

Di negeri Sakura itu, karya risetnya mengantarkannya pada JSRAE Award 2012, sebuah penghargaan bergengsi dalam bidang refrigerasi dan tata udara.

Selama meniti karier akademik, Prof. Jalaluddin memegang sejumlah jabatan strategis, mulai dari Sekretaris Jurusan Teknik Mesin (2004–2008), Sekretaris Departemen Teknik Mesin (2016–2020), hingga Ketua Departemen Teknik Mesin (2020–2024).

Kini, ia memimpin Laboratorium Energi Terbarukan—salah satu pusat inovasi paling aktif di Fakultas Teknik.

Lebih dari 20 proyek penelitian telah ia pimpin, khususnya pada teknologi pemanas air tenaga surya, ground heat exchanger, penyimpanan energi termal, dan inovasi energi ramah lingkungan lainnya.

Publikasinya tersebar pada jurnal bereputasi internasional seperti Applied Thermal Engineering, Renewable Energy, dan IOP Conference Series. Di samping itu, ia dikenal sebagai reviewer nasional dan internasional di berbagai jurnal akademik.

Fakultas Teknik Berkarakter Kuat dan Terekognisi Global

Dalam pencalonannya, Prof. Jalaluddin mengusung visi membangun Fakultas Teknik sebagai institusi berkarakter kuat, modern, berdampak, dan terekognisi global pada 2030.

Baginya, karakter institusi adalah pondasi utama. Pembelajaran bermutu, tata kelola berintegritas, serta budaya akademik yang sehat merupakan tiga unsur pokok yang harus diperkuat secara simultan.

Salah satu fokus utama yang ia tekankan adalah penguatan tata kelola.

Transparansi anggaran, menurutnya, harus menjadi budaya baru, termasuk dalam pembagian dana ke departemen, laboratorium, serta program-program strategis.

Ia juga menilai bahwa Senat Fakultas perlu mendapatkan ruang independen melalui alokasi anggaran mandiri agar proses pengambilan kebijakan berjalan objektif dan representatif.

Dalam hal kepemimpinan, ia mendorong mekanisme seleksi terbuka atau lelang jabatan, sehingga setiap posisi strategis ditempati oleh figur yang kompeten, berintegritas, dan mampu bekerja secara sistematis.

Langkah ini dianggap penting untuk menata manajemen fakultas yang lebih profesional dan akuntabel.

Laboratorium sebagai Jantung Keunggulan

Prof. Jalaluddin menempatkan laboratorium sebagai pusat keunggulan Fakultas Teknik.

Baginya, laboratorium adalah ruang lahirnya sarjana yang terampil, riset yang berkualitas, inovasi teknologi yang berdampak, serta karya pengabdian masyarakat yang relevan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan sarana, standarisasi prosedur operasional, peningkatan kompetensi laboran, hingga keberpihakan anggaran agar laboratorium menjadi lingkungan yang produktif dan menyenangkan.

Cita-cita tersebut sejalan dengan semangat “Marannu”—konsep kesejahteraan akademik yang menciptakan kegembiraan dalam belajar, meneliti, dan berkarya.

Pemekaran Fakultas sebagai Kebutuhan Strategis

Di tengah jumlah mahasiswa Fakultas Teknik yang terus berkembang, Prof. Jalaluddin memandang pemekaran fakultas sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan organisasi.

Pemekaran ini diharapkan mampu mengakselerasi inovasi ilmu, terutama pada bidang-bidang masa depan seperti mekatronika, kecerdasan teknologi, hingga medical engineering.

Dengan demikian, Fakultas Teknik tetap relevan dalam dinamika perkembangan teknologi global.

Selain itu, ia juga mendorong pengembangan niche expertise berbasis identitas lokal, seperti riset kebumian, arsitektur tradisional Sulawesi Selatan, hingga teknologi perkapalan rakyat seperti Phinisi.

Menurutnya, keunikan lokal yang dikelola secara ilmiah dapat menjadi kekuatan global dan membuka peluang kolaborasi internasional.

Komitmen Menuju 500 Besar Dunia

Seluruh agenda besar yang ia gagas bermuara pada satu tujuan strategis, yakni menjadikan Fakultas Teknik sebagai motor utama pendorong Universitas Hasanuddin masuk ke jajaran 500 universitas terbaik dunia.

Baginya, capaian global bukan sekadar angka atau peringkat, melainkan ukuran bahwa institusi mampu menyelenggarakan pendidikan bermutu, riset relevan, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Fakultas Teknik memiliki modal besar untuk menjadi yang terbaik. Dengan tata kelola yang kuat, laboratorium yang unggul, dan budaya akademik yang sehat, kita bisa mencapai lompatan besar itu,” ujarnya. (*)