JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman kembali menorehkan prestasi penting dalam pengabdiannya mengawal pembangunan sektor pertanian nasional.
Hingga awal 2026, Mentan Amran tercatat telah menerima empat tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusi nyatanya dalam memperkuat ketahanan pangan, kemandirian produksi, serta pemberdayaan petani di seluruh Indonesia.
Penghargaan terbaru diterima pada 7 Januari 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rangkaian Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat.
Tanda kehormatan tersebut diberikan atas kepemimpinan, dedikasi, dan peran strategis Mentan Amran dalam mendorong peningkatan produksi serta reformasi kebijakan pertanian yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional.
Sebelumnya, pada 25 Agustus 2025, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman juga menerima Bintang Mahaputra Adipurna, kelas tertinggi dari tanda kehormatan Bintang Mahaputra, yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Penghargaan ini merupakan pengakuan atas pengabdian luar biasa di bidang pertanian, termasuk keberhasilan program swasembada pangan, subsidi alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih, hingga pengendalian impor komoditas strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh petani Indonesia yang telah bekerja keras menjaga ketersediaan pangan nasional.
Sebelum era pemerintahan saat ini, Mentan Amran juga telah menerima Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada November 2020.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan prestasinya dalam pembangunan sektor pertanian nasional selama masa jabatannya.
Lebih jauh ke belakang, pada 2007, Amran Sulaiman dianugerahi Satya Lencana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi awalnya dalam pengembangan wirausaha pertanian dan peningkatan produktivitas komoditas nasional.
Dengan capaian empat tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia tersebut, Mentan Amran yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin dan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) itu mencatatkan prestasi yang mencerminkan kesinambungan komitmen dan kerja nyata dalam memajukan sektor pertanian Indonesia lintas periode pemerintahan.
Dalam setiap kesempatan penerimaan penghargaan, Mentan Amran konsisten menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah prestasi personal semata, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian—petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan—yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.
“Kami tidak bekerja sendiri. Kalau sendirian, saya pasti tidak akan sampai pada capaian seperti hari ini. Swasembada pangan adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih, lahir dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” ujar Mentan Amran, Rabu (7/1/2026).
Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penghargaan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan, kedaulatan komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh penjuru Tanah Air. (*)























