Kampusiana

Fakultas Teknik Unhas Hadirkan Pakar Kyushu University Bahas Teknologi Pengolahan Tembaga

Tim Redaksi
×

Fakultas Teknik Unhas Hadirkan Pakar Kyushu University Bahas Teknologi Pengolahan Tembaga

Sebarkan artikel ini
Kuliah Tamu “Introduction to Copper Processing” Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Kuliah Tamu “Introduction to Copper Processing” Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

MAKASSAR — Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), kembali menggelar kegiatan akademik inspiratif melalui Kuliah Tamu bertema “Introduction to Copper Processing”, yang berlangsung di CSA Lecture Theater, Fakultas Teknik Unhas, Sabtu (18/10).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Hairul Arsyad, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Metalurgi dan Material.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan wawasan global dan pemahaman mendalam mahasiswa terhadap proses pengolahan logam, khususnya tembaga (Cu), yang merupakan salah satu komoditas strategis dunia.

“Mahasiswa perlu memahami proses pengolahan tembaga secara menyeluruh, karena logam ini memiliki peran penting dalam industri modern, termasuk energi terbarukan dan teknologi tinggi,” ujar Dr. Hairul.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama Assoc. Prof. Pandhe Wisnu Suyantara, peneliti di Kyushu University, Jepang, yang dikenal luas dalam riset pengolahan mineral dan metalurgi ekstraktif.

Sesi kuliah dipandu oleh Muh. Izzul Islam A.S., S.T., M.T., dosen Teknik Metalurgi dan Material Unhas, selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Prof. Pandhe menjelaskan secara komprehensif tahapan pemrosesan tembaga mulai dari pengolahan mineral melalui proses flotasi, dilanjutkan dengan pirometalurgi, hidrometalurgi, hingga teknologi daur ulang (recycling).

Ia juga membagikan hasil riset terkini terkait pengelolaan mineral pengikut (by-products), efisiensi energi, dan arah pengembangan teknologi berkelanjutan dalam industri tembaga global.

Kegiatan ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga bagi mahasiswa dan dosen, khususnya dalam memahami tantangan dan peluang di bidang pengolahan tembaga baik dari sisi riset maupun industri.

Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan seputar prospek karier di bidang metalurgi ekstraktif serta peran penting riset dalam meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia.

“Mahasiswa Unhas menunjukkan antusiasme luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa minat terhadap sains material dan metalurgi terus tumbuh, seiring dengan kebutuhan industri nasional akan tenaga ahli di bidang ini,” ungkap Prof. Pandhe.

Melalui kegiatan kuliah tamu seperti ini, Program Studi Teknik Metalurgi dan Material Unhas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, riset terapan, dan jejaring akademik internasional.

Upaya ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan. (*)