Takalar

Camp Pesisir PMI Takalar, Aksi Nyata Cegah Abrasi dan Edukasi Lingkungan

Tim Redaksi
×

Camp Pesisir PMI Takalar, Aksi Nyata Cegah Abrasi dan Edukasi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
PMI Takalar Gelar Camp Pesisir dan Tanam 1.000 Mangrove, Libatkan 150 Relawan Muda

TAKALAR – Upaya pelestarian lingkungan pesisir terus digencarkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar melalui kegiatan camp pesisir yang dirangkaikan dengan aksi penanaman mangrove di kawasan Tanah Tumbuh Delta Harapan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 Mei 2026, ini melibatkan sekitar 150 peserta dari unsur Tenaga Sukarela (TSR), Korps Sukarela (KSR), serta Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai sekolah di Takalar.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Selain sebagai bentuk aksi nyata menjaga lingkungan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim.

Sekretaris PMI Kabupaten Takalar, Sarif Tinri, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa wilayah pesisir membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, khususnya generasi muda.

“Kesadaran dan keterlibatan aktif anak muda sangat penting untuk menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim,” ujarnya.

Usai pembukaan, peserta langsung terlibat dalam penanaman mangrove di sepanjang kawasan pesisir. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan target penanaman mencapai 1.000 pohon mangrove sebagai upaya memperkuat perlindungan alami garis pantai.

Tak hanya itu, para peserta juga menggelar aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah, terutama plastik, yang mencemari kawasan pesisir. Dari kegiatan tersebut, terkumpul sekitar 50 karung sampah.

Ketua panitia, Rahmat, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk komunitas dan lembaga yang menyediakan bibit mangrove.

Selain aksi lapangan, kegiatan camp juga diisi dengan sesi edukasi, seperti materi kepemimpinan dan penanggulangan bencana yang diberikan kepada peserta, khususnya anggota PMR.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung bagi lingkungan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap isu kemanusiaan dan keberlanjutan.

PMI Takalar menilai, keterlibatan pemuda dalam kegiatan seperti ini menjadi langkah strategis dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan kolaboratif, upaya menjaga ekosistem pesisir diharapkan terus berkembang, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam mencegah abrasi maupun menjaga habitat alami bagi biota laut. (*)