GOWA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sumur bor kepada kelompok tani di Desa Bori Tallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut ditujukan untuk mengatasi persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala bagi petani, terutama saat musim kemarau.
Sumur bor itu nantinya akan mendukung kebutuhan pengairan sekitar 40 hektare lahan persawahan di Desa Bori Tallasa. Selama musim kemarau, sebagian petani di wilayah tersebut kerap mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah.
Dengan adanya fasilitas tersebut, aktivitas pertanian diharapkan tetap dapat berjalan dan produktivitas lahan dapat terjaga meski memasuki periode musim kering.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani penerima.
“Kita berharap nantinya sumur bor ini dimanfaatkan dengan baik untuk para petani,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, dukungan terhadap penyediaan sarana pengairan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan, khususnya bagi petani yang menghadapi risiko kekeringan saat musim kemarau.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong berbagai program yang dapat membantu petani menghadapi tantangan pertanian, termasuk persoalan keterbatasan sumber air.
“Dengan adanya sumur bor tersebut, kebutuhan air untuk 40 hektare sawah di Desa Bori Tallasa diharapkan dapat lebih terjamin dan memberikan manfaat bagi para petani setempat,” tandasnya.
Bantuan sumur bor ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau, tetapi juga mendukung upaya menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan. (*)


























