MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) telah menyalurkan 403.000 liter air bersih kepada 4.936 kepala keluarga (KK) atau 13.235 jiwa di Kota Makassar.
Distribusi dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau dan dampak fenomena El Niño.
Penyaluran berlangsung sejak 8 September hingga 14 Oktober 2026, dengan menyasar tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan dan keterbatasan pasokan air bersih, yakni Tallo, Makassar, Manggala, Panakkukang, Biringkanaya, Tamalate, dan Bontoala.
Bantuan tersebut menjangkau 12 kelurahan, meliputi Paccerakkang, Tamalanrea Jaya, Kapasa, Tello Baru, Kaluku Bodoa, Rappokalling, Panampu, Pampang, Bara-Baraya, Maccini, Bunga Ejaya, dan Buloa.
Berdasarkan data distribusi, sebanyak 74 ritase pengiriman air bersih telah dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Sulsel, Syamsul S, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Penyaluran air bersih ini kita lakukan setiap hari di kawasan permukiman yang memang sangat terdampak. Distribusi akan terus kita lakukan sampai kondisi kembali normal setelah musim kemarau,” kata Syamsul, Kamis (15/10/2026).
Distribusi Berlanjut hingga Kondisi Normal
Syamsul mengatakan, bantuan air bersih tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemprov Sulsel.
Ia menegaskan, tim di lapangan berupaya memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Tim di lapangan memastikan penyaluran berlangsung merata dan tepat sasaran demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama keperluan rumah tangga masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Sulsel berencana melanjutkan distribusi selama masyarakat masih mengalami keterbatasan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Libatkan Sejumlah Mitra
Penyaluran air bersih ini juga didukung kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Disperkimtan Sulsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Jamkrida Sulsel, PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), PT Vale Indonesia, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), dan Pelindo.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat terdampak kekeringan agar tetap memperoleh akses air bersih untuk kebutuhan dasar.
Dengan distribusi yang telah menjangkau ribuan keluarga, Pemprov Sulsel berharap kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak dapat terus terpenuhi hingga kondisi pasokan kembali normal. (*)

























