MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima bantuan 505 unit alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung penguatan pelayanan kesehatan di daerah.
Bantuan tersebut terdiri atas 33 unit alat rontgen portabel dan 472 unit alat NPOC, yang diserahkan dalam rangkaian kegiatan skrining kesehatan dan pencegahan penyakit kusta, Selasa (27/10/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, dan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, M.A, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr dr Evi Mustikawati.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan.
Gubernur Andi Sudirman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Kesehatan RI beserta jajaran atas dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Ia berharap bantuan sarana kesehatan tersebut dapat memperkuat kapasitas pelayanan, sekaligus mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit di berbagai wilayah.
Skrining Kusta Sasar 24 Kabupaten/Kota
Selain penyerahan alat kesehatan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pencanangan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui program kemoprofilaksis untuk pencegahan kusta dengan sasaran 10.000 orang di 24 kabupaten/kota.
Program ini turut diintegrasikan dengan Skrining Andalan Sehati, singkatan dari Aksi Nyata Deteksi Dini, Lakukan Skrining demi Hidup Sehat Kita. Melalui program tersebut, Pemprov Sulsel menargetkan 10.357 orang menjalani skrining kesehatan.
Sasarannya meliputi siswa SMA/SMK, Madrasah Aliyah (MA), serta peserta didik IPDN di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dihadiri pula oleh para kepala dinas kesehatan dari 24 kabupaten/kota dan sejumlah undangan.
Andi Sudirman menegaskan, upaya tersebut tidak semata-mata mengejar pencapaian rekor MURI, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk memperluas pencegahan dan deteksi dini penyakit kusta.
“Apresiasi kami karena ini bukan cuma persoalan rekor MURI, tetapi jumlah upaya kita melakukan pencegahan dini terhadap penyakit ini,” ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menjalani skrining, semakin besar peluang penyakit terdeteksi sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Kita ada 10.357 target. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sampling untuk memengaruhi yang lain juga sehingga bisa lebih besar lagi. Semakin banyak yang kita skrining, tentu pergerakan dari penyakit ini lebih bisa kita intervensi,” lanjutnya.
Edukasi untuk Tekan Stigma Kusta
Gubernur juga menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak ragu menjalani pemeriksaan kesehatan.
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai penyakit kusta diperlukan untuk mengurangi stigma sekaligus mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan lebih awal.
Melalui perluasan skrining, program pencegahan, dan dukungan sarana kesehatan dari pemerintah pusat, Pemprov Sulsel berharap upaya deteksi dini semakin kuat dan pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik.
Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah tersebut diharapkan turut memperkuat langkah pencegahan penularan penyakit serta mendukung terwujudnya masyarakat Sulawesi Selatan yang lebih sehat. (*)

























