MAKASSAR – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX menyelenggarakan Pelatihan Soft Skills dan Leadership Mahasiswa Tahun 2026 sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muslim Makassar, dan diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IX, Rabu (15/04/2026).
Pelatihan ini menjadi wadah penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan non-akademik yang semakin dibutuhkan di era persaingan global.
Fokus utama kegiatan ini mencakup penguatan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Tercatat sebanyak 100 perguruan tinggi berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mendelegasikan mahasiswa terbaik mereka.
Kehadiran ratusan peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di luar aspek akademik semata.
Ketua LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, menegaskan penguatan soft skills merupakan bagian penting dalam mencetak lulusan perguruan tinggi yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia sosial kemasyarakatan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi di berbagai situasi. Pelatihan ini kami harapkan menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan tersebut,” ujar Dr. Andi Lukman.
Ia juga menambahkan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Oleh karena itu, kegiatan seperti ini akan terus didorong agar menjadi agenda berkelanjutan di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa mampu membawa pulang pengalaman berharga yang dapat diterapkan baik dalam lingkungan kampus, organisasi, maupun setelah memasuki dunia kerja.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. (*)
























