Pendidikan

Wakil Rektor II UIM Ajak Mahasiswa MAPALA Berperan Jaga Lingkungan

Tim Redaksi
×

Wakil Rektor II UIM Ajak Mahasiswa MAPALA Berperan Jaga Lingkungan

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menggelar kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) ke-XII yang dilakasanakan di Auditorium KH. Muhyiddin Zain, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UIM Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam MAPALA, dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa menjadi bagian dari organisasi pencinta alam bukan sekadar aktivitas organisasi biasa, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Menjadi mahasiswa pencinta alam memiliki tanggungjawab besar dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai salah satu elemen utama dalam keseimbangan ekosistem.

Menurutnya, upaya perlindungan hutan tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga seluruh makhluk hidup yang bergantung pada keberlanjutan alam.

“Menjaga dan melindungi hutan sehingga dapat membawa dampak yang besar bagi seluruh mahluk,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh bersifat situasional, melainkan harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dimanapun dan kapanpun seharusnya peran kita sangat penting untuk menjaga lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Dalam penutup sambutannya, Wakil Rektor II menegaskan bahwa semangat pelestarian lingkungan tidak boleh berhenti pada slogan semata.

Ia mendorong seluruh anggota MAPALA untuk benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata.

“Sehingga slogan lestari bukan hanya sebatas ucapan tetapi bagaimana kita menerapkannya,” pungkasnya.

Kegiatan Mubes XII MAPALA ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk pemilihan kepengurusan baru serta penyusunan program kerja yang lebih progresif dan berorientasi pada pelestarian lingkungan.