Makassar

Tertarik Pengelolaan Bank Sampah, Komisi III DPRD Toraja Kunjungi DLH Kota Makassar

Tim Redaksi
×

Tertarik Pengelolaan Bank Sampah, Komisi III DPRD Toraja Kunjungi DLH Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Komisi III DPRD Kabupaten Toraja melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar
Komisi III DPRD Kabupaten Toraja melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar

MAKASSAR – Komisi III DPRD Kabupaten Toraja melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Kamis (22/5), untuk mempelajari lebih dalam tentang sistem pengelolaan lingkungan, khususnya program Bank Sampah yang telah berjalan di 15 kecamatan.

Rombongan yang dipimpin oleh Drs. Kendek Rante itu disambut langsung oleh Kepala Bidang Persampahan DLH Makassar, Dr. Bau Asseng, bersama tim pendamping lapangan Juardi Talli dan Muradji, di ruang rapat DLH Makassar.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dari dekat bagaimana Kota Makassar mampu mengelola Bank Sampah secara berkelanjutan. Hasilnya nanti akan kami pelajari dan coba aplikasikan di Tanah Toraja,” ujar Kendek Rante kepada awak media.

Menjawab pertanyaan dari anggota DPRD Toraja soal keberlanjutan program Bank Sampah, Dr. Bau Asseng menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tak lepas dari dukungan regulasi dan kolaborasi semua unsur masyarakat.

“Program ini berjalan berdasarkan peraturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perda Pemerintah Kota Makassar. Selain pemerintah, kami juga libatkan masyarakat hingga ke tingkat RT dan RW,” terang Dr. Bau.

Menurutnya, salah satu kekuatan utama Bank Sampah di Makassar adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan warga secara aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Pengelolaan lingkungan itu tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Butuh kesadaran bersama, dan kami melihat partisipasi masyarakat Makassar sangat tinggi,” tambahnya.

Program Bank Sampah di Kota Makassar selama ini memang dikenal sebagai salah satu model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berhasil di Sulawesi Selatan.

Dengan konsep menabung sampah, masyarakat tidak hanya berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi.

Komisi III DPRD Toraja menyatakan akan membawa hasil kunjungan ini sebagai bahan pertimbangan untuk menginisiasi program serupa di wilayah mereka.

Mereka berharap, pola keberhasilan di Makassar bisa menjadi inspirasi dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik di Tanah Toraja. (*)