PANGKEP — Provinsi Sumatera Barat keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan perolehan nilai 160.
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Sumatera Barat membawa pulang piala bergilir untuk menjadi piala tetap setelah berhasil meraih gelar juara umum tiga kali berturut-turut.
Sementara Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah menempati posisi kedua dengan perolehan 125 poin. DKI Jakarta menyusul di peringkat ketiga dengan nilai 103.
Hasil tersebut diumumkan pada malam penutupan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Alun-Alun Citra Mas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu malam (29/8/2026).
Ajang yang mempertemukan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai provinsi, kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi itu secara resmi ditutup Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Nasaruddin Umar.
Prosesi penutupan berlangsung meriah dan ditandai dengan penutupan lembaran mushaf Al-Qur’an secara simbolis. Sejumlah penampilan seni, termasuk tari kolosal dan marching band, turut memeriahkan malam penutupan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional yang berlangsung di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep. Menurut dia, Sulawesi Selatan telah berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan yang berlangsung lancar.
“MTQ ke-delapan tingkat nasional ini berhasil dengan sangat mengesankan. Kita tepuk tangan, Sulawesi Selatan sebagai penyelenggara tidak mengecewakan. Kesuksesan ini perlu kita syukuri,” kata Nasaruddin.
Ia menegaskan MTQ tidak semata-mata menjadi arena untuk mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang pembinaan untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya di kalangan ASN.
Nasaruddin pun mengajak seluruh aparatur negara menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tantangan kita ke depan sebagai ASN adalah bagaimana menjadikan diri kita masing-masing sebagai prototipe Living Qur’an, Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat kita,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, ASN yang mampu menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keseharian diharapkan menjadi pribadi yang mampu menjernihkan persoalan, membangun hubungan yang baik, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan memberikan manfaat.
Pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026, Jawa Timur berada di peringkat keempat, disusul Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara yang melengkapi posisi sepuluh besar.
Bagi Sulawesi Selatan, posisi kedua sebagai tuan rumah juga dilengkapi dengan capaian sejumlah peserta yang meraih predikat terbaik pada berbagai cabang perlombaan.
Mereka antara lain Latifatul Isyarah pada cabang Hifzhil Qur’an Surah Al-Baqarah, Andi Sri Maryam Ulfa pada cabang Hifzhil Qur’an tujuh surah pilihan, Baharuddin pada cabang azan, Hasrianti Hasanuddin pada Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putri, serta Tri Handayani pada cabang Cipta dan Baca Puisi Islami Putri.
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakhrulloh, mengatakan pelaksanaan MTQ KORPRI selama ini terus berkembang menjadi salah satu ruang pembinaan spiritual dan karakter bagi ASN.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Pangkep, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.
Zudan mengajak seluruh ASN untuk terus menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, baik dalam kehidupan keluarga, birokrasi, pemerintahan, maupun masyarakat.
“Mari kita tidak henti-hentinya untuk menggelorakan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an mulai dari keluarga kita, di jajaran birokrasi, di jajaran pemerintahan, serta masyarakat luas,” katanya.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ nasional tersebut.
Ia mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MTQ merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, panitia, dewan hakim, unsur keamanan, tenaga kesehatan, relawan, pelaku UMKM hingga masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya menyampaikan selamat kepada para pemenang. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian acara ini,” ujar Fatmawati.
Menurutnya, MTQ KORPRI harus menjadi momentum untuk membangun karakter ASN yang unggul, profesional, berintegritas, sekaligus berakhlak mulia.
Nilai-nilai yang dibaca dan didengarkan selama pelaksanaan MTQ, kata Fatmawati, diharapkan tidak berhenti pada arena perlombaan, tetapi menjadi pedoman dalam sikap dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Nilai-nilai yang telah kita baca dan dengarkan selama pelaksanaan MTQ ini harus kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjadi cerminan dalam sikap, perilaku, dan pelaksanaan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara,” tuturnya.
Fatmawati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kafilah dari berbagai daerah yang telah datang ke Sulawesi Selatan. Ia berharap pertemuan selama pelaksanaan MTQ meninggalkan kenangan baik sekaligus memperkuat persaudaraan antarsesama ASN.
“Bawalah pulang kenangan bahwa di tanah ini kita pernah dipertemukan dalam sebuah kebaikan. Insya Allah, semoga Al-Qur’an menjadi alasan kita untuk terus bersaudara,” katanya.
Penutupan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 turut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta sejumlah kepala daerah dan perwakilan kementerian maupun lembaga.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan pataka kepada Provinsi Maluku Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ IX KORPRI Tingkat Nasional pada 2028. (*)














