Kampusiana

The 3rd IC-EMAMM dan SENAMM XVIII di Unhas Himpun 84 Karya Ilmiah, Dorong Inovasi Teknologi Berkelanjutan

Tim Redaksi
×

The 3rd IC-EMAMM dan SENAMM XVIII di Unhas Himpun 84 Karya Ilmiah, Dorong Inovasi Teknologi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
The 3rd IC-EMAMM dan SENAMM XVIII di Unhas

MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pelaku industri dalam pengembangan inovasi teknologi di bidang energi, manufaktur, material, metalurgi, dan mekatronika.

Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan The 3rd International Conference on Energy, Manufacture, Advanced Material, and Mechatronics (IC-EMAMM 2026) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Teknik Metalurgi dan Material (SENAMM XVIII 2026) di CSA Building Fakultas Teknik Unhas, Sabtu (12/9/2026).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IC-EMAMM 2026 mengangkat tema “Driving Impactful and Sustainable Innovations through Engineering and Technology for Global Development.” Sementara SENAMM XVIII 2026 mengusung tema “Enhancing Technological Capability in Materials Science and Metallurgy through Indigenous Resource Utilization and Innovation.”

Dua forum ilmiah tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan, hasil penelitian, dan perkembangan teknologi sekaligus memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan dibuka oleh pimpinan Universitas Hasanuddin yang dalam kesempatan tersebut diwakili Wakil Rektor Bidang IV, Prof. Suharman Hamzah. Sementara dari Fakultas Teknik Unhas, sambutan disampaikan Wakil Dekan III, Prof. Bahtiar Nappu.

Dalam sambutan pembukaan, ditekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor agar riset dan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Himpun 84 Karya Ilmiah

Antusiasme terhadap forum ilmiah tersebut tercermin dari jumlah karya ilmiah yang berpartisipasi. IC-EMAMM 2026 menerima 59 paper, sementara SENAMM XVIII 2026 menerima 25 paper.

Secara keseluruhan, terdapat 84 karya ilmiah yang dipresentasikan dan dibahas dalam kedua forum tersebut.

Karya-karya tersebut mengangkat beragam isu terkait energi, manufaktur, material maju, metalurgi, dan mekatronika. Presentasi dan diskusi ilmiah menjadi bagian penting untuk mempertemukan hasil penelitian dengan perspektif akademisi maupun praktisi.

Kehadiran puluhan karya ilmiah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya ruang pengembangan riset dan inovasi pada bidang rekayasa dan teknologi yang menjadi fokus kegiatan.

Libatkan Institusi Internasional

Dimensi internasional menjadi salah satu kekuatan IC-EMAMM 2026. Konferensi ini menghadirkan keynote speaker dan invited speaker dari sejumlah negara, termasuk Malaysia, Kuwait, Australia, dan Amerika Serikat.

Sejumlah institusi yang terlibat dalam sesi ilmiah antara lain Universiti Kebangsaan Malaysia, American University of the Middle East Kuwait, Swinburne University of Technology Australia, Tarleton State University Amerika Serikat, serta Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA).

Forum tersebut juga menghadirkan perwakilan industri dari Huayou Indonesia Regional Center.

Keterlibatan akademisi dan praktisi dari berbagai negara memberikan ruang bagi peserta untuk melihat perkembangan teknologi dari perspektif yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama penelitian dan pengembangan inovasi lintas negara.

Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

Sementara itu, SENAMM XVIII 2026 memberikan perhatian khusus pada penguatan kapasitas teknologi di bidang ilmu material dan metalurgi melalui pemanfaatan sumber daya lokal serta pengembangan inovasi.

Tema tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui penguasaan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia.

Forum ilmiah diharapkan tidak hanya menjadi tempat mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga ruang untuk mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan industri dan tantangan pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan ilmu material dan metalurgi dapat diarahkan pada lahirnya teknologi yang lebih relevan dengan potensi sumber daya nasional sekaligus mampu bersaing di tingkat global.

Bangun Jejaring Riset dan Industri

Selain agenda presentasi karya ilmiah, IC-EMAMM 2026 dan SENAMM XVIII 2026 menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarlembaga.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, mahasiswa, industri, dan pemangku kepentingan dinilai semakin penting karena tantangan teknologi masa depan tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral.

Melalui interaksi tersebut, peserta memiliki peluang untuk membangun kerja sama baru dalam bidang penelitian, pertukaran akademik, pengembangan teknologi hingga kemitraan dengan industri.

Penyelenggara berharap jejaring yang terbentuk selama kegiatan dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi konkret setelah konferensi dan seminar berakhir.

Bagi Program Studi Teknik Mesin serta Program Studi Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Unhas, penyelenggaraan IC-EMAMM 2026 dan SENAMM XVIII 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan menghadirkan puluhan karya ilmiah serta akademisi dan praktisi dari dalam dan luar negeri, kedua forum tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan penguasaan teknologi untuk menghadirkan solusi atas tantangan pembangunan sekaligus mendorong terciptanya teknologi yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat. (*)