MATARAM — Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi kulit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui partisipasi dalam Final Meeting proyek ELEGTEC (Enhancing Sustainable and Green Leather Technology in Indonesia).
Pertemuan akhir proyek yang berlangsung di Mataram, Lombok, pada 27–31 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum evaluasi capaian sekaligus pembahasan keberlanjutan program kolaborasi perguruan tinggi dan industri dari Indonesia serta Eropa.
ELEGTEC merupakan bagian dari program Erasmus+ CBHE (Capacity Building in Higher Education) 2023 dengan nomor kontrak ERASMUS-EDU-2023-CBHE-101128907.
Fakultas Peternakan Unhas mengirimkan dua staf akademik, yakni Prof. Dr. Muhammad Irfan Said dan Prof. Dr. Muhammad Ihsan Andi Dagong, untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Keduanya terlibat dalam agenda evaluasi akhir bersama konsorsium internasional yang terdiri atas Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Mataram (UNRAM), EGE University (Turki), University of Pisa (Italia), National Technical University of Athens (Yunani), APKI Indonesia, Balai Kulit Indonesia, CRETHIDEV, serta CGS Italia.
Evaluasi Capaian dan Keberlanjutan Proyek
Rangkaian Final Meeting dimulai pada 27 Oktober 2026 dengan penyambutan kedatangan para mitra di Bandara Internasional Lombok, dilanjutkan dengan kegiatan makan malam penyambutan.
Agenda resmi berlangsung pada Rabu (28/10/2026) di Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Pertemuan diawali dengan sambutan Rektor UNRAM dan pengantar agenda, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan implementasi proyek serta pengelolaan keuangan yang dipandu EGE University bersama seluruh mitra.
Pembahasan berikutnya mencakup manajemen proyek dan penjaminan mutu (Quality Assurance) oleh CRETHIDEV.
Para mitra juga mengevaluasi pelaksanaan WP3 (Development and Implementation of Capacity Building) yang dipresentasikan University of Pisa. Pembahasan meliputi perkembangan tugas, luaran proyek (deliverables), tonggak capaian (milestones), serta rencana tindak lanjut.
Sementara itu, WP6 (Dissemination, Exploitation and Sustainability) dipaparkan oleh CGS Italia. Sesi ini menjadi bagian penting dalam membahas strategi diseminasi, pemanfaatan hasil, dan keberlanjutan proyek setelah rangkaian program berakhir.
Agenda hari kedua juga mencakup diskusi bersama seluruh mitra untuk mengevaluasi capaian dan memastikan tindak lanjut setiap luaran proyek.
Pada sore harinya, para delegasi melakukan kunjungan ke SMK Negeri 5 Kota Mataram sebagai bagian dari kegiatan diseminasi ELEGTEC.
Kunjungan Laboratorium dan Fasilitas ELEGTEC
Pada Kamis (29/10/2026), peserta mengikuti kunjungan ke laboratorium, fasilitas, serta peralatan ELEGTEC di Universitas Mataram.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para mitra untuk melihat secara langsung fasilitas pendukung pengembangan teknologi kulit ramah lingkungan yang dibangun melalui kolaborasi proyek.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kawasan Gili Trawangan.
Pada Jumat (30/10/2026), para peserta mengikuti agenda wisata ke sejumlah destinasi di kawasan Gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Rangkaian perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Nipah, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Malam harinya, seluruh mitra mengikuti Farewell Dinner sebagai penutup rangkaian pertemuan sebelum kembali ke daerah dan negara masing-masing pada Sabtu (31/10/2026).
Perkuat Peran Unhas dalam Industri Kulit Berkelanjutan
Partisipasi Fakultas Peternakan Unhas dalam Final Meeting ELEGTEC memiliki arti strategis bagi penguatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan kerja sama internasional.
Melalui keterlibatan dalam konsorsium ini, Unhas diharapkan dapat memperkuat pengembangan kurikulum, pelatihan, serta kapasitas sumber daya manusia dalam bidang teknologi kulit ramah lingkungan.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra industri dari Indonesia maupun Eropa.
Dengan demikian, hasil kolaborasi ELEGTEC diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian rangkaian kegiatan proyek, tetapi dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan kulit yang lebih berkelanjutan.
Keterlibatan Prof. Dr. Muhammad Irfan Said dan Prof. Dr. Muhammad Ihsan Andi Dagong sekaligus memperkuat kontribusi Fakultas Peternakan Unhas dalam mendorong inovasi akademik dan pengembangan industri kulit Indonesia agar semakin ramah lingkungan serta berdaya saing global. (*)



















