BARRU – Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan edukasi kesehatan muskuloskeletal bagi petani di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai penerapan ergonomi dan latihan fisik sederhana untuk mencegah gangguan akibat aktivitas kerja.
Program kerja individu yang diinisiasi Gagahasta Kama Tasaswa tersebut mengangkat tema Optimalisasi Kesehatan Muskuloskeletal Petani melalui Edukasi Ergonomi dan Latihan Fisik Sederhana. Peserta kegiatan merupakan anggota Kelompok Tani Nanas Desa Jangan-Jangan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai ergonomi dan kesehatan muskuloskeletal. Selanjutnya, mereka mendapatkan materi tentang postur kerja yang benar, pentingnya pemanasan sebelum bekerja, peregangan setelah bekerja, serta latihan fisik sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test setelah penyuluhan untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan.
Selama sesi diskusi, terungkap bahwa keluhan yang paling banyak dialami petani adalah nyeri punggung bawah (low back pain) akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang, posisi membungkuk dalam waktu lama, serta pengangkatan beban.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai faktor penyebab gangguan muskuloskeletal, cara memodifikasi aktivitas kerja agar lebih ergonomis, serta latihan fisik sederhana yang dapat membantu mengurangi keluhan apabila dilakukan secara rutin.
Untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan, setiap peserta juga memperoleh booklet berisi panduan ergonomi dan latihan fisik sederhana yang dapat dipraktikkan secara mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua Kelompok Tani Riaccoeri I, M. Dirham, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi para petani.
“Alhamdulillah baik, harapannya bisa dilaksanakan kembali. Pesan saya, adek-adek tolong teruskan kegiatan yang seperti ini,” ujarnya.
Melalui edukasi ini, diharapkan para petani semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan muskuloskeletal dengan menerapkan prinsip ergonomi saat bekerja serta membiasakan latihan fisik sederhana untuk mencegah cedera, mengurangi nyeri akibat kerja, dan menjaga produktivitas di sektor pertanian. (*)








