Sulawesi Selatan

Hari BMKG ke-79, Jufri Rahman Ajak Perkuat Kolaborasi Mitigasi Bencana di Sulsel

Tim Redaksi
×

Hari BMKG ke-79, Jufri Rahman Ajak Perkuat Kolaborasi Mitigasi Bencana di Sulsel

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat memimpin upacara peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 di Kantor Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Selasa (21/7/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat memimpin upacara peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 di Kantor Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Selasa (21/7/2026).

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan dampak perubahan iklim.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat memimpin upacara peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 di Kantor Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengusung tema “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BMKG dalam membangun sistem mitigasi bencana yang semakin efektif.

Dalam kesempatan itu, Jufri membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang mengucapkan selamat Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ke-79 kepada seluruh insan BMKG, khususnya jajaran Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar.

“Semoga momentum ini semakin memperkuat komitmen kita dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, akurat, terpercaya, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Jufri.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kondisi geografis Sulawesi Selatan yang mencakup kawasan pegunungan, dataran rendah, pesisir, hingga kepulauan menjadikan daerah ini rentan terhadap berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, gelombang tinggi, hingga gempa bumi.

Karena itu, peran BMKG dinilai semakin strategis di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim. Tidak hanya menyediakan informasi cuaca, BMKG juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengurangan risiko bencana, ketahanan pangan, keselamatan transportasi, pengelolaan sumber daya alam, hingga perencanaan pembangunan.

Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika menjadi salah satu referensi utama dalam pengambilan kebijakan di berbagai sektor.

Jufri menegaskan, peringatan dini yang diterbitkan BMKG selama ini menjadi dasar penting dalam langkah mitigasi bersama BPBD, pemerintah kabupaten/kota, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Sinergi yang selama ini terjalin antara BMKG dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan patut kita syukuri dan terus diperkuat. Melalui kolaborasi yang baik, informasi cuaca ekstrem, potensi bencana hidrometeorologi, serta berbagai peringatan dini dapat disebarluaskan secara cepat sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari BMKG, BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, media massa, dunia usaha, hingga masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem mitigasi bencana yang semakin tangguh.

“Kita harus memastikan setiap informasi yang diterbitkan BMKG dapat diterima dengan cepat, dipahami dengan benar, dan ditindaklanjuti secara tepat,” ujarnya.

Menurut Jufri, peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ke-79 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun Sulawesi Selatan yang adaptif terhadap perubahan iklim serta tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.

“Bencana memang tidak dapat kita cegah, tetapi dengan ilmu pengetahuan, teknologi, kolaborasi, dan sistem peringatan dini yang andal, kita dapat mengurangi risiko, menyelamatkan lebih banyak jiwa, dan membangun Sulawesi Selatan yang semakin tangguh,” tegasnya.

Usai upacara, Jufri meninjau Network Operation Center (NOC) Balai Besar BMKG Wilayah IV. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Nasrol Adil memaparkan berbagai sistem pemantauan yang dimiliki BMKG, mulai dari Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), sistem prediksi curah hujan, pemantauan aktivitas kegempaan, hingga layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang mendukung keselamatan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kepala Stasiun Klimatologi Sulsel, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Makassar, serta Kepala Stasiun Geofisika Gowa. (*)