Berita

Kolaborasi PT Vale dan Petani Bangkitkan Pertanian Jagung Pakan di Kolaka

Tim Redaksi
×

Kolaborasi PT Vale dan Petani Bangkitkan Pertanian Jagung Pakan di Kolaka

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi PT Vale dan Petani Bangkitkan Pertanian Jagung Pakan di Kolaka
Kolaborasi PT Vale dan Petani Bangkitkan Pertanian Jagung Pakan di Kolaka

KOLAKA — Upaya menghidupkan kembali potensi pertanian lokal di Kabupaten Kolaka mulai menunjukkan hasil. Kolaborasi antara PT Vale Indonesia Tbk dan petani binaan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berhasil mendorong kebangkitan pertanian jagung pakan di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada.

Keberhasilan panen jagung pakan yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada penguatan kemandirian ekonomi petani secara berkelanjutan.

Salah satu capaian penting dari program tersebut adalah pemanfaatan kembali lahan tidur yang sebelumnya terbengkalai selama bertahun-tahun.

Lahan yang sempat dibuka pada 2015 namun tidak berlanjut kini kembali produktif berkat pendampingan berkelanjutan dan sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, serta kelompok tani.

Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan bahwa dari total sekitar 27 hektare lahan yang tersebar di empat dusun, saat ini sekitar lima hektare telah ditanami jagung pakan.

“Panen ini menjadi titik awal kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami. Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan kini kembali memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (08/01).

Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyebut produktivitas jagung pakan yang dihasilkan cukup menjanjikan, yakni sekitar 6 hingga 7 ton per hektare. Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 dan beranggotakan 22 orang itu optimistis dapat memperluas area tanam ke depannya.

“Selain hasil yang baik, harga jagung pakan di Kolaka juga relatif stabil dan kompetitif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” katanya.

Dari sisi perusahaan, Head of External Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami percaya kemandirian ekonomi masyarakat adalah fondasi penting pembangunan berkelanjutan. Program PPM ini dirancang untuk membantu petani memaksimalkan potensi lokal yang ada,” ujar Endra.

Ia menambahkan, PT Vale akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat, khususnya di sektor pertanian, sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan dampak jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi peningkatan produksi pertanian, tetapi juga melalui penghidupan kembali lahan-lahan tidak produktif sebagai sumber ekonomi baru.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam membangun pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di wilayah Kolaka. (*)