Pendidikan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Almarisah Madani Perdalam Manajemen Reputasi di PLN UID Sulselrabar

Tim Redaksi
×

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Almarisah Madani Perdalam Manajemen Reputasi di PLN UID Sulselrabar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Almarisah Madani melaksanakan kunjungan instansi dan kuliah umum di PLN UID Sulselrabar pada Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang didampingi oleh dosen Ilmu Komunikasi, Istiqamah Desiana, ini menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami praktik komunikasi strategis, manajemen krisis, dan pengelolaan reputasi pada institusi pelayanan publik.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Istiqamah Desiana menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Almarisah Madani untuk mempertemukan teori yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik nyata di dunia profesional.

“Kunjungan instansi dan kuliah umum seperti ini sangat penting karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori komunikasi krisis, public relations, dan manajemen reputasi diterapkan dalam organisasi yang melayani masyarakat luas,” ujar Istiqamah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Almarisah Madani diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran strategis komunikasi dalam menjaga keberlangsungan organisasi, terutama ketika menghadapi situasi krisis yang berpotensi memengaruhi kepercayaan publik.

Kuliah umum menghadirkan Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif, yang membawakan materi mengenai strategi manajemen reputasi organisasi di tengah berbagai tantangan dan situasi krisis.

Dalam pemaparannya, Ahmad Amirul Syarif menjelaskan bagaimana PLN UID Sulselrabar menghadapi tantangan komunikasi saat fenomena El Nino melanda wilayah Sulawesi Selatan pada tahun 2023. Kondisi tersebut berdampak pada sektor kelistrikan dan menuntut perusahaan untuk tidak hanya fokus pada penanganan teknis, tetapi juga menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang cepat, transparan, dan konsisten.

Ia menekankan bahwa pengelolaan reputasi merupakan bagian penting dari manajemen krisis karena persepsi publik dapat menentukan tingkat kepercayaan terhadap organisasi.

Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai bagaimana sebuah institusi milik negara mengelola informasi, membangun hubungan dengan media, merespons keluhan masyarakat, hingga menyusun strategi komunikasi yang mampu menjaga citra organisasi di tengah tekanan publik.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait komunikasi krisis, pengelolaan isu, dan tantangan reputasi di era digital.

Menutup sesi kuliah umum, Pak Ruli sapaan akrabnya Ahmad Amirul Syarif memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta.

“Sebagai anak komunikasi kita harus mempelajari semua hal dan harus mengetahui semua informasi yang sedang terjadi, agar selalu nyambung di setiap obrolan dan semua kalangan.”

Pesan tersebut menjadi penutup yang berkesan sekaligus pengingat bahwa seorang praktisi komunikasi dituntut memiliki wawasan luas, kemampuan beradaptasi, dan kepekaan terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Kegiatan ini semakin memperkuat sinergi antara PLN UID Sulselrabar dengan dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan komunikasi kontemporer. (*)