SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Manisa menggelar edukasi kesehatan bertajuk SEHATI TTD (Sehat Tanpa Anemia dengan Tablet Tambah Darah) dan GENCETAR (Generasi Cerdas Tanpa Narkoba) di SMP Negeri 2 Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan anemia sekaligus membangun kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba sejak usia sekolah.
Selain penyuluhan, mahasiswa juga melaksanakan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) serta membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada seluruh siswi sebagai upaya mendukung program pencegahan anemia pada remaja putri.
Materi SEHATI TTD disampaikan oleh Beatris Dwi Putri, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Hasanuddin angkatan 2023. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal sehingga kemampuan darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh menurun.
Ia menjelaskan, remaja putri menjadi kelompok yang paling rentan mengalami anemia akibat menstruasi, masa pertumbuhan, serta asupan zat besi yang belum mencukupi kebutuhan tubuh.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai penyebab, gejala, dampak anemia terhadap kesehatan dan prestasi belajar, sumber makanan kaya zat besi, hingga tata cara mengonsumsi Tablet Tambah Darah yang benar.
Edukasi turut meluruskan berbagai anggapan keliru terkait konsumsi TTD, termasuk bahwa tablet tersebut tidak hanya diberikan kepada penderita anemia, tetapi juga sebagai langkah pencegahan.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi risiko anemia secara dini. Seluruh siswi juga menerima Tablet Tambah Darah disertai edukasi mengenai pentingnya konsumsi rutin sesuai anjuran.
Pada sesi berikutnya, melalui program GENCETAR, siswa memperoleh pemahaman mengenai pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba yang meliputi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, beserta berbagai faktor yang mendorong penyalahgunaannya, seperti pengaruh teman sebaya, rasa ingin tahu, tekanan emosional, lingkungan pergaulan, dan kurangnya pengetahuan.
Materi juga mengulas dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, hingga konsekuensi hukum. Para siswa diajak membangun keberanian untuk menolak ajakan menggunakan narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang positif, aktif dalam kegiatan yang bermanfaat, serta memperkuat komunikasi dengan keluarga.
Selain itu, peserta didorong menjadi peer educator atau agen perubahan yang mampu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba serta menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan kuis edukatif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai anemia, konsumsi Tablet Tambah Darah, hingga dampak penyalahgunaan narkoba.
Untuk meningkatkan partisipasi, panitia memberikan hadiah kepada siswa yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan.
Dosen Pendamping KKN (DPK) Kelurahan Manisa, Andi Tenri Pada Rustham, S.Psi., MA., M.Psi., Psikolog, mengapresiasi pelaksanaan program interprofesi tersebut.
“Program kerja interprofesi seperti ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia remaja. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai edukasi sesaat, tetapi mampu membentuk perilaku sehat yang berkelanjutan serta melahirkan generasi muda SMP Negeri 2 Panca Rijang yang tangguh, cerdas, dan bebas dari bahaya narkoba maupun anemia,” ujarnya.
Melalui edukasi, pemeriksaan hemoglobin, dan pembagian Tablet Tambah Darah, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, mencegah anemia melalui konsumsi TTD dan pola makan bergizi seimbang, serta memiliki keberanian menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba sebagai bekal mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas narkoba. (*)


























