BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 69 Unhas Edukasi Pencegahan DBD di Kelurahan Panreng Sidrap

Tim Redaksi
×

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 69 Unhas Edukasi Pencegahan DBD di Kelurahan Panreng Sidrap

Sebarkan artikel ini

SIDRAP – Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas)  Posko Kelurahan Panreng melaksanakan program kerja “GERMAS SIPAKATAU PANRENG” (Gerakan Masyarakat Peduli Pencegahan DBD di Kelurahan Panreng) di Kelurahan Panreng  Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat Kelurahan Panreng khususnya kepala keluarga dan anggota rumah tangga. Guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui penerapan gerakan 3M Plus dan pengendalian vektor secara mandiri.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi promotif dan preventif mengingat DBD masih menjadi salah satu penyakit menular yang banyak ditemukan di wilayah tersebut. Sehingga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam memutus rantai penularan.

Kegiatan diawali dengan mahasiswa memberikan edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meliputi pengertian, penyebab, cara penularan, tanda dan gejala, faktor risiko, komplikasi, serta langkah-langkah pencegahan melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, serta upaya pencegahan tambahan lainnya).

Penyampaian materi dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif yang disertai sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih baik sekaligus menyampaikan pengalaman maupun permasalahan yang dihadapi dalam upaya pencegahan DBD di lingkungan tempat tinggal.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga melaksanakan simulasi pembuatan dan pemasangan ovitrap sebagai salah satu metode sederhana dalam pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti.

Pada sesi ini peserta diperkenalkan dengan alat dan bahan yang digunakan, kemudian diberikan demonstrasi mengenai cara membuat, memasang, serta memantau ovitrap secara mandiri di lingkungan rumah.

Kegiatan praktik ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya memahami teori pencegahan DBD, tetapi juga memiliki keterampilan dalam menerapkan salah satu metode pengendalian vektor yang mudah, murah, dan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik pembuatan ovitrap. Peserta menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan dan berkomitmen untuk menerapkan gerakan 3M Plus serta memanfaatkan ovitrap sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangnya jentik nyamuk di sekitar rumah.

Melalui program “GERMAS SIPAKATAU PANRENG”, diharapkan masyarakat Kelurahan Panreng memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik mengenai pencegahan DBD serta mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri.

Selain itu, penerapan gerakan 3M Plus dan penggunaan ovitrap secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu menurunkan risiko penularan DBD serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari sarang nyamuk.

Program ini juga menjadi wujud pengabdian Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan. (*)