LUWU TIMUR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menekankan pentingnya penguatan gerakan hidup sehat, pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, serta ketahanan pangan keluarga saat menghadiri kegiatan Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih di Desa Atue, Kecamatan Malili, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini digelar usai dirinya menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Luwu Timur di Kecamatan Malili. Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kehadiran Wakil Gubernur disambut antusias warga Desa Atue. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat hingga pemuda, memadati lokasi kegiatan yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan kuda lumping.
Fatmawati menyebut pemilihan Desa Atue sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Desa tersebut dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Desa Atue tercatat sebagai penerima Program Kampung Iklim (Proklim), Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), Juara II Lomba Kebersihan Tingkat Desa, serta masuk dalam 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
“Kalau berbicara lingkungan sehat, Luwu Timur harus bisa menjadi contoh. Saya melihat partisipasi masyarakatnya sangat kuat,” ujar Fatmawati.
Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga
Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati menekankan pentingnya perubahan perilaku pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Menurutnya, sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik, terutama sampah plastik yang dapat diolah menjadi bahan baku daur ulang melalui proses pencacahan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, terus mendorong implementasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebagai strategi pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) beserta motor pengangkut sampah dan mesin pencacah plastik kepada masyarakat.
Selain itu, diserahkan pula dua unit bak sampah kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Pemerintah Desa Atue.
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Selain isu lingkungan, Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan keluarga sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Pada kesempatan itu, ia menyerahkan bibit hortikultura berupa cabai Juwita, cabai Baskara, serta kangkung Bangkok kepada Bupati Luwu Timur, serta bibit cabai kepada perwakilan lima kepala keluarga.
Fatmawati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam sedikitnya lima pohon cabai di setiap rumah.
Menurutnya, cabai merupakan komoditas yang kerap memicu inflasi ketika pasokan berkurang, sehingga produksi rumah tangga dapat menjadi solusi sederhana namun efektif.
“Kalau setiap rumah menanam, kita bisa membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memenuhi kebutuhan sendiri,” ujarnya.
Bantuan Bibit Produktif untuk Penghijauan
Dalam rangka mendukung penghijauan dan peningkatan ekonomi masyarakat, Pemprov Sulsel juga menyalurkan 500 bibit tanaman produktif, yang terdiri dari durian Musang King, durian sambung, alpukat, mangga, rambutan, manggis, cempedak, hingga jengkol.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada lima kepala keluarga sebagai perwakilan penerima manfaat.
Fatmawati juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman obat keluarga (TOGA) serta komoditas bernilai ekonomi lainnya seperti jahe merah.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program daerah seperti “Jumat Bersih Juara” dan “Sabtu Sehat Juara” yang mendorong kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Kehadiran Ibu Wakil Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pembangunan yang berkelanjutan,” kata Irwan.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah provinsi dan kabupaten, Forkopimda, DPRD, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta ratusan warga Desa Atue.
Melalui agenda ini, Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan hidup sehat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, ketahanan pangan keluarga, serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. (*)


























