MAKASSAR – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif One Marketplace Sulawesi Selatan, sebuah gerakan yang diarahkan untuk memperluas pemanfaatan platform e-marketplace Bajubodo sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan.
Dukungan tersebut disampaikan Jufri saat meninjau booth proyek perubahan One Marketplace Sulsel pada Pameran dan Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 di Kantor Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jalan Raya Baruga, Antang, Makassar, Rabu (29/7/2026).
One Marketplace Sulsel merupakan proyek perubahan yang diinisiasi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, sebagai bagian dari PKN Tingkat II Tahun 2026.
“Saya memberikan dukungan penuh atas gerakan One Marketplace Sulawesi Selatan yang merupakan kelanjutan dari proyek perubahan yang diusung oleh Saudara Irawan Dermayasamin, peserta Diklatpim II Lembaga Administrasi Negara Tahun 2026,” kata Jufri.
Menurutnya, inisiatif tersebut berpotensi menjadi wadah yang mampu mengakomodasi lebih banyak UMKM maupun pelaku usaha sektor informal untuk bergabung dalam ekosistem pasar digital pemerintah.
“Saya yakin dan percaya gerakan ini akan menjadi salah satu wadah untuk mengakomodasi seluruh UMKM dan seluruh pekerja sektor informal, khususnya ekonomi rumah tangga, termasuk industri-industri kecil,” ujarnya.
Jufri juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan proyek perubahan tersebut. Menurutnya, implementasi program harus terus dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka menengah maupun jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menjelaskan bahwa Gerakan One Marketplace Sulsel dikembangkan untuk mengoptimalkan sekaligus memperluas pemanfaatan platform Belanja Langsung Barang melalui Order Online (Bajubodo) milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia mengungkapkan, platform pasar digital tersebut mulai diinisiasi pada 2022 dan efektif digunakan sejak 2023. Hingga kini, Bajubodo telah menampilkan 30.777 produk dari 1.046 penyedia, yang sebagian besar merupakan UMKM lokal di Kota Makassar.
“Kita ingin mengembangkan Bajubodo agar tidak hanya dimanfaatkan di tingkat Pemerintah Provinsi, tetapi juga digunakan oleh pemerintah kabupaten dan kota melalui Gerakan One Marketplace Sulsel,” jelas Irawan.
Menurutnya, perluasan pemanfaatan Bajubodo akan membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM lokal untuk memasarkan produknya sekaligus menjadi alternatif belanja digital bagi perangkat daerah di seluruh Sulawesi Selatan.
Data Pemprov Sulsel menunjukkan nilai transaksi melalui Bajubodo sepanjang 2025 telah mencapai Rp45,61 miliar. Angka tersebut dinilai masih memiliki potensi besar untuk terus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Melalui Gerakan One Marketplace Sulsel, kami berharap terbangun kolaborasi dan sinergi bersama dalam mengoptimalkan platform e-marketplace Bajubodo,” katanya.
Selain memperluas akses pasar bagi UMKM, pengembangan One Marketplace Sulsel juga diarahkan untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam jangka pendek, proyek perubahan tersebut menargetkan tersusunnya skema pengembangan fungsi Bajubodo serta implementasinya di satu pemerintah kabupaten dan satu pemerintah kota.
Selanjutnya, pada tahap menengah, pemanfaatan platform ditargetkan menjangkau seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sebagai wadah pemasaran produk lokal.
Adapun dalam jangka panjang, One Marketplace Sulsel diharapkan mampu membangun ekosistem pasar digital yang menghubungkan pemerintah daerah dengan UMKM lokal di seluruh Sulawesi Selatan, sehingga mendorong peningkatan daya saing produk daerah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis digital. (*)


























