POLEWALI MANDAR — Sebanyak 162 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Polewali Mandar resmi menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil mencatatkan prestasi dengan masuk dalam jajaran lulusan terbaik.
Penyerahan sertifikat kelulusan dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada peserta berprestasi serta Sosialisasi Hak dan Arah Pengembangan Karier ASN di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, yang hadir mewakili Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud.
Turut hadir jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Polewali Mandar, perwakilan Universitas Mega Buana Palopo, serta perwakilan BPJS Kesehatan dan PT Taspen.
Pelaksanaan Latsar, khususnya tahap klasikal, merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPK APDN) IV Makassar.
Sebanyak 162 peserta dari total 174 CPNS yang mengikuti program tersebut berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan. Mereka terbagi dalam dua gelombang, yakni 99 peserta pada Gelombang I dan 63 peserta pada Gelombang II.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian selama pelatihan, panitia menetapkan 20 lulusan terbaik atau masing-masing 10 peserta terbaik dari setiap gelombang.
Pada Gelombang II, personel Satpol PP dan UPTD Damkar Polewali Mandar mendominasi daftar lulusan terbaik. Lima dari 10 peserta terbaik berasal dari dua perangkat daerah tersebut.
Mereka adalah Hasbi Rasyid dan Abd Rahmat N dari Satpol PP, Rizwan Hasyim dari UPTD Damkar, serta Andi Melia Rusdi dan Najda Hakim dari Satpol PP.
Kepala Satpol PP Polewali Mandar, Arifin Halim, mengapresiasi pencapaian para anggotanya. Menurut dia, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa personel Satpol PP tidak hanya dituntut memiliki kesiapan dalam menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas sebagai aparatur sipil negara.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh para personel Satpol PP dan Damkar dalam Latsar CPNS tahun ini. Pencapaian menjadi lulusan terbaik ini membuktikan bahwa anggota kami tidak hanya siap secara fisik dan operasional di lapangan, tetapi juga memiliki integritas dan kompetensi akademik yang unggul sebagai ASN,” ujarnya.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Satpol PP dan Damkar untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala UPTD Damkar Polewali Mandar, Imran. Ia menyebut keberhasilan personel Damkar meraih predikat lulusan terbaik merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras selama mengikuti proses pendidikan dan pelatihan.
Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan dan kesiapsiagaan yang diperoleh selama Latsar harus menjadi bekal dalam melaksanakan tugas pelayanan, penyelamatan, dan penanggulangan kebakaran.
“Prestasi ini merupakan bukti komitmen dan kerja keras personel Damkar selama mengikuti proses pendidikan dan pelatihan. Semoga ilmu serta nilai-nilai dasar Ber-AKHLAK yang didapat bisa diterapkan secara nyata dalam tugas-tugas penyelamatan dan penanggulangan kebakaran di masyarakat,” kata Imran.
Sertifikat kelulusan dan penghargaan bagi para peserta berprestasi diserahkan secara langsung oleh Sekda Polewali Mandar bersama Kepala BKPSDM, Kepala Bidang Diklat BKPSDM Narwis, Wakil Rektor Universitas Mega Buana Palopo, serta perwakilan BPJS Kesehatan dan PT Taspen.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai hak serta arah pengembangan karier ASN yang disampaikan Kepala Bidang Diklat BKPSDM Polewali Mandar.
Melalui kegiatan tersebut, para CPNS diharapkan tidak hanya memahami kewajiban dan peran sebagai aparatur sipil negara, tetapi juga memiliki gambaran mengenai pengembangan kompetensi dan perjalanan karier mereka setelah resmi menjalankan tugas sebagai ASN. (*)



